Breaking News:

UPDATE SAR Gunung Rakaposhi, 3 Pendaki yang Terjebak di Ketinggian 6.900 Meter Mulai Bergerak Turun

Meskipun menderita radang dingin, penyakit gunung akut, dan kelelahan, tiga pendaki yang terdampar di 6.900m di Gunung Rakaposhi bergerak turun.

istimewa
Rute pendakian Gunung Rakaposhi (7.788m) di Pakistan. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Meskipun menderita radang dingin, penyakit gunung akut, dan kelelahan, tiga pendaki yang terdampar di 6.900m di Rakaposhi telah meninggalkan tenda mereka dan menuju ke bawah.

“Ketiganya sudah mulai turun satu jam yang lalu,” kata Karim Shah Nizari yang mengkordinir tim SAR mengkonfirmasi.

Tiga pendaki yang terjebak di Gunung Rakaposhi (7.788m), Pakistan.
Tiga pendaki yang terjebak di Gunung Rakaposhi (7.788m), Pakistan. (istimewa)

“Mereka sekarang berada di 6.500m dan mereka akan mencoba mencapai 5.800m,” tuturnya.

Baca juga: Tanpa Tali Tetap, 3 Pendaki yang Terjebak Cuaca Buruk Kesulitan Turun dari Camp 3 Gunung Rakaposhi

Menurut Nizari, para pendaki belum siap mental untuk mencoba turun sendiri tanpa tali.

Namun, peralatan yang dijatuhkan dengan helikopter pagi ini bersama dengan logistik baru, telah memberi mereka kekuatan ekstra.

“Kami telah sangat mendorong mereka untuk turun sepanjang waktu,” tambah Nizari.

Gunung Rakaposhi (7.788m) merupakan salah satu gunung indah yang ada di jajaran Pegunungan Karakoram, Pakistan.
Gunung Rakaposhi (7.788m) merupakan salah satu gunung indah yang ada di jajaran Pegunungan Karakoram, Pakistan. (istimewa)

Meski cukup curam, lereng di bawah Camp 3 secara teknis tidak terlalu sulit.

Baca juga: Berusia 71 Tahun, Uskup Agung Jakarta Mendaki Gunung di Papua Untuk Kunjungi Stasi Amaikebo

Dari 6.500 m, Ceko Jakub Vlcek dan Peter Macek, ditambah pendaki Pakistan Wajidullah Nagri, harus mengikuti punggung bukit ke singkapan yang dikenal sebagai "kepala biksu" di sekitar ketinggian 6.300 m.

Tujuannya adalah untuk mencapai area kecil yang lebih datar pada ketinggian 5.800 m di punggung bukit.

Ketinggian yang lebih rendah memungkinkan helikopter untuk mendarat atau melakukan evakuasi jarak jauh.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved