Info Commuterline

Naik KRL Harus Tunjukkan Sertifikat Vaksin, Begini Daftar Pertanyaan Para Pengguna KRL Via Twitter

Jika sebelumnya syarat naik KRL harus menggunakan surat jalan dari kantor masing-masing atau STRP kini cukup menggunakan sertifikat vaksin.

Penulis: Wito Karyono | Editor: Wito Karyono
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Ilustrasi antrean penumpang di Stasiun Bogor mengular panjang, Senin (15/6/2020). Mulai Rabu (8/9/2021) penumpang KRL harus menunjukkan sertifikat vaksin untuk bisa menggunakan angkutan tersebut. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Mulai Rabu 8 September 2021 hari ini terjadi perubahan syarat naik KRL commuterline.

Syarat berlaku untuk KRL Jabodetabek, KRL Yogya-Solo, dan KA Prambanan Ekspress.

Jika sebelumnya syarat naik KRL harus menggunakan surat jalan dari kantor masing-masing atau Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) kini cukup menggunakan sertifikat vaksin.

Baca juga: Naik KA Wajib Sudah Vaksin, Kini Aplikasi Peduli Lindungi Terintegrasi Sistem Boarding Tiketing KA

Baca juga: Naik KRL Kini Tak Perlu Lagi Bawa Dokumen Perjalanan, Hanya Cukup Tunjukkan Sertifikat Vaksin

Pada saat bersamaan petisi batalkan Kartu Vaksin sebagai syarat administrasi beredar dan telah melewati target 15.000 tanda tangan.

Hingga berita ini diturunkan, penanda tangan petisi mencapai lebih dari 17.000 orang dengan target 25.000 tanda tangan.

Ada pun kebijakan penggunaan kartu vaksin untuk naik KRL diumumkan berupa utas oleh akun KAI Commuter @CommuterLine. Berikut utas tersebut.

#RekanCommuters Mulai Rabu, 8 September 2021, KAI Commuter memberlakukan sertifikat vaksin sebagai syarat untuk naik KRL. Namun selama masa sosialisasi hingga 10 September 2021 syarat dokumen perjalanan berupa STRP dan surat keterangan lainnya masih dapat diterima.

Baca juga: Juara Pencak Silat se-Banten, Minta Pemkot Tangerang Perhatikan Sarana Latihan

Sertifikat vaksin dapat ditunjukkan kepada petugas melalui aplikasi PeduliLindungi, secara fisik (dicetak), maupun secara digital. Petugas juga akan meminta #RekanCommuters untuk menunjukkan KTP guna dicocokkan dengan sertifikat vaksin.

Peraturan ini berlaku untuk KRL Jabodetabek, KRL Yogya-Solo, dan KA Prambanan Ekspres. Tetap patuhi protokol kesehatan ya #RekanCommuters dan tetap ikuti antrean penyekatan di stasiun guna mencegah kepadatan di dalam kereta.

Nah yang menarik cara menanggapi pihak Commuterline atas pengguna KRL yang masih bingung.

Simak pertanyaan dan jawaban di bawah ini.

Pertanyaan: Min kalo baru vaksin ke-1 gimana? Vaksin leduamya masih 2 minggu soalnya

@CommuterLine: Sertifikat vaksin dpt diperlihatkan kepada petugas melalui aplikasi PeduliLindungi, atau secara fisik (dicetak), ataupun secara digital dalam bentuk file foto. Petugas juga akan meminta pengguna menunjukkan KTP atau identitas lainnya guna dicocokkan dengan sertifikat vaksin.

Baca juga: Ibu Ibukota Awards, Sosok Perempuan Penggerak Literasi

Pertanyaan: Kenapa kalo udah pake sertifikat vaksin aplikasi PL masih harus nunjukin KTP? Sertifikat di PL nggak keluar kalo gak masukin NIK. Dobel2 bikini antrian panjang Dan malah jadi kerumunan.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved