Sabtu, 11 April 2026

Berita Jakarta

Wagub DKI Ariza Libatkan Istri Dampingi Anaknya Belajar Online Setahun Lebih

Ahmad Riza Patria tak menampik, anak-anaknya mulai merasa jenuh dengan metode Pembelajaran Jarak jauh

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat berbincang dengan Warta Kota, Rabu (1/9/2021) 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria melibatkan sang istri, Ellisa Sumarlin untuk mendampingi kedua anaknya yang masih belajar secara online.

Saat ini, putri kembarnya Aqila Khiaranisa dan Athila Hannadhira yang masih kelas XII di SMAN 8 Jakarta, masih mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara virtual.

“Ada dua anak saya yang kembar, Khiara dan Hanna. Dua-duanya di SMAN 8 Jakarta belajar selama 1,5 (tahun) secara daring di rumah. Ya sudah, senam, olahraga, makan, tidur, istirahat di rumah dan menjaga protokol kesehatan,” ujar Ariza kepada Warta Kota pada Rabu (1/9/2021).

Baca juga: Sekdis Pendidkan DKI Jakarta Ungkap Banyak Sekolah Tak Lolos Verifikasi untuk Gelar PTM

Meski menjadi orang nomor dua di Ibu Kota, namun Ariza mengaku tak kesulitan untuk memantau pendidikan anak-anaknya.

Sebab, pendidikan mereka diawasi langsung oleh sang ibu, Ellisa Sumarlin.

Selain itu, usia mereka yang memasuki masa dewasa dinilai mampu beradaptasi dengan sistem PJJ.

“Anak-anak juga sudah mandiri, jadi anak-anak SMA itu sudah bisa belajar sendiri, nanti dibantu sama orangtua atau ibunya,” kata dia.

Baca juga: Wagub DKI Kaget Karyawan Transjakarta Banyak Belum Dapat Vaksinasi Covid-19 Padahal Rentan Terpapar

“Jadi anak-anak SMA sudah tidak terlalu sulit (dibimbing) ya, karena bagi orangtua yang sulit kan yang masih SD apalagi PAUD, tapi kalau SMA insya Allah sudah bisa,” tambah politisi Partai Gerindra ini.

Menurut Ariza, sejak pandemi Covid-19 pada Maret 2020 lalu mereka bersama pelajar lainnya mulai menjalani PJJ dari rumah. Kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah DKI Jakarta itu demi melindungi mereka dari paparan Covid-19.

Terlebih saat itu belum ada upaya pencegahan melalui vaksinasi Covid-19. Meski begitu, kata dia, ada sisi positif yang dapat diambil dari PJJ tersebut, di mana anaknya jadi ‘melek’ teknologi.

Baca juga: Unik dan Instagramable, JPO Lenteng Agung Jadi Lokasi Favorit Baru bagi Warga Berfoto Ria

“Pola hidup baru dan pendidikan baru, kami coba mengambil manfaat dari yang dan anak-anak mungkin lebih terampil menggunakan komputer, laptop dan lain-lain untuk mampu berinteraksi dengan teman-teman dan gurunya,” ujar Ariza.

Dia tak menampik, anak-anaknya mulai merasa jenuh dengan metode PJJ.

Namun apa daya, pandemi Covid-19 memaksa mereka untuk tetap berada di rumah mengikuti materi sekolah lewat online.

"Pasti anak-anak ada kejenuhan ya, jangankan anak-anak yang senangnya main, yang orang dewasa saja yang fokus pada kerjaan masing-masing tentu ada kejenuhan," ujarnya.

Baca juga: PPKM Level 3 Diperpanjang hingga 6 September 2021, Anies Baswedan Minta Warganya Bersabar

Meski demikian, kata dia, pandemi merupakan situasi yang harus dihadapi bersama secara bijak dan menerimanya dengan lapang dada.

"Terpenting bisa menerima ini sebagai situasi dan kondisi yang berbeda, dengan mengikuti prokes, pola hidup baru, pola belajar baru dan berinteraksi baru," imbuhnya. (faf)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved