Selasa, 9 Juni 2026

KPI Dukung Upaya Hukum Pegawainya yang Dirundung Teman Sekantor Hingga Stres dan Trauma Berat

Komisioner Penyiaran Indonesia (KPI) mendukung upaya hukum atas perundungan di antara pegawai kantor tersebut.

Tayang:
Penulis: Desy Selviany |
Arie Puji Waluyo
Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) 

Kata MS, ia sudah tak terhitung menerima pelecehan dan perundungan di tempat kerjanya di KPI Pusat.

Bahkan perendahan martabat terhadapnya dilakukan terus menerus dan berulang ulang sehingga ia tertekan.

Baca juga: Anya Dwinov Sering Jadi Korban Tindak Pelecehan Saat Ada di Jalanan, Apa yang Biasa Dilakukannya?

Pada tahun 2015 MS bahkan pernah alami pembullyan secara fisik.

Para pegawai KPI Pusat itu beramai ramai memegangi kepala, tangan, kaki, menelanjangi, memiting, hingga mencoret buah zakarnya menggunakan spidol.

Kejadian itu hingga membuat MS trauma dan kehilangan kestabilan emosi.

Baca juga: Rian DMasiv Laporkan Pemegang Akun Twitter Almarhum Denny Sakrie ke Polisi, Bantah Lakukan Pelecehan

Ia heran kenapa kejahatan seperti itu dapat terjadi di KPI Pusat.

Bahkan kata MS, oknum pegawai KPI Pusat itu mendokumentasikan kelaminnya dan membuatnya tak berdaya melawan mereka setelah tragedi itu.

"Semoga foto telanjang saya tidak disebar dan diperjualbelikan di situs online," harapnya.

Perundungan terus berlanjut, di tahun 2017 saat acara Bimtek di Resort Prima Cipayung, Bogor, pada pukul 01.30 WIB, saat tidur, MS dilempar ke kolam renang.

Baca juga: Viral Video Perundungan Keluarga yang Beribadah di Rumah, Begini Kronologis dan Penjelaskan Polisi

Para oknum pegawai KPI Pusat itu bahkan bersama sama menertawai MS seolah penderitaan tersebut sebuah hiburan bagi mereka.

"Bukankah itu penganiayaan? Mengapa mereka begitu berkuasa menindas tanpa ada satupun yang membela saya. Apakah hanya karena saya karyawan rendahan sehingga para pelaku tak diberi sanksi? Dimana keadilan untuk saya?" ungkapnya.

Kata polisi

Bukan tanpa upaya, MS sempat melaporkan peristiwa itu ke aparat berwajib. Di tahun 2019 ia juga pernah melaporkan kasusnya ke Polsek Gambir.

Baca juga: Mendikbud Nadiem: Intoleransi Jadi Pemicu Terjadinya Perundungan di Sekolah

Namun kata MS, kasus itu ditolak dan MS diminta menyelesaikan masalah itu secara kekeluargaan.

"Tapi petugas malah bilang, saya lebih baik adukan dulu saja ke atasan. Biarkan internal kantor yang menyelesaikan," ungkap MS.

Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved