Kesehatan
Rasa ASI Bisa Berubah Sesuai Makanan yang Dikonsumsi Ibu
ASI mengandung banyak nutrisi seperti glutamat atau asam amino bebas (FAA) yang merupakan sumber nitrogen yang baik untuk bayi.
Penulis: LilisSetyaningsih | Editor: LilisSetyaningsih
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Makanan gizi seimbang yang dikonsums ibu sangat berperan dalam mendukung produksi Air Susu Ibu (ASI).
Sehingga pasokan ASI memenuhi kecukupan bagi bayi. Selain itu, makanan yang beragam juga akan membuat rasa ASI selalu berubah-ubah.
Rasa yang berbeda-beda ini membuat bayi sejak dini dikenalkan aneka rasa.
Selain nutrisi yang paling lengkap, perbedaan rasa dari ASI sesuai yang dikonsumsi ibu inilah yang membedakan dengan susu formula.
Baca juga: PENELITIAN Terbaru Air Susu Ibu (ASI) Sangat Efektif Cegah Serangan Virus Corona, Ini Anjuran WHO
Ahli Gizi Klinis dari RS Melinda Bandung dr. Johanes Chandrawinata, MND, SpGK mengatakan, ASI sangat penting sebagai perlindungan paling awal bagi bayi baru lahir, dan juga sangat bermanfaat bagi tumbuh kembang bayi.
ASI mengandung banyak nutrisi seperti glutamat atau asam amino bebas (FAA) yang merupakan sumber nitrogen yang baik untuk bayi.
“Glutamat, berbagai zat gizi makro, zat gizi mikro, dan zat bioaktif yang terkandung dalam ASI menjadikannya makanan pertama yang ideal untuk bayi," ujar dr. Johanes dalam siaran pers yang diterima Warta Kota, Rabu (25/8/2021).
"Adanya zat bioaktif dalam ASI menunjukkan pentingnya ASI sebagai makanan fungsional yang berperan penting dalam daya tahan dan kesehatan bayi,” katanya.
Baca juga: Air Susu Ibu untuk Melawan Virus Corona 2
Ia menuturkan, sebuah studi oleh Berthold Koletzko yang diterbitkan dalam jurnal Annals of Nutrition and Metabolism 3 Desember 2018 menjelaskan bahwa kadar glutamat bebas dalam ASI 6 kali lebih tinggi dari susu formula lainnya.
Pada bayi baru lahir, glutamat an glutamin merupakan faktor pertumbuhan sel epitel usus.
Glutamat dan glutamin meningkatkan fungsi penghalang usus dan mempengaruhi perkembangan sel-sel imunitas.
Dari segi anthropometri, glutamat dan glutamin ternyata juga membantu peningkatan tinggi dan berat bayi.
Karena ASI sangat penting bagi bayi, dr. Johanes juga memberikan beberapa tips bagi ibu menyusui agar bisa mengatur pola makannya, supaya produksi ASI juga tidak terganggu.
Ia mengatakan, selama menyusui, kebutuhan kalori ibu meningkat 330-400 kkal per hari untuk produksi ASI.
Untuk mendapatkan kalori ekstra ini, bisa meningkatkan asupan makanan bernutrisi tinggi seperti 1 roti gandum utuh dengan 16 gram (1 sendok makan) selai kacang, satu buah pisang ukuran sedang, atau 225 gram yogurt.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20160122-air-susu-ibu-menyusui_20160122_101258.jpg)