Belum Divaksin, Pelajar Bisa Ikut PTM. Anies Sebut Vaksinasi Bukan Keputusan Anak, Tapi Orangtua

Anak-anak tidak memiliki kewajiban divaksinasi.Anak divaksinasi atau tidak, bukan keputusan si anak, itu adalah keputusan orangtua

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Agus Himawan
Warta Kota/Fitriandi Fajar
Gubernur Anies Baswedan saat meninjau sentra vaksinasi tempat Ibadah di Johar Baru Jakarta Pusat, Sabtu (21/8). Kedatangan Anies disambut positif warga, banyak yang memintanya foto bersama. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pembelajaan Tatap Muka (PTM) akan dimulai akhir Agustus 2021. Berkaitan dengan hal itu Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan, pelajar yang belum divaksin Covid-19 di Jakarta dipastikan dapat mengikuti PTM.

Pelajar tidak boleh diberikan beban berupa kewajiban vaksin karena mereka hanya punya kepentingan untuk sekolah.

“Anak-anak tidak memiliki kewajiban divaksinasi. Mengapa? Karena anak divaksinasi atau tidak, bukan keputusan si anak, itu adalah keputusan orangtua,” kata Anies usai meresmikan Masjid At-Tabayyun di Komplek Taman Villa Meruya, Kembangan, Jakarta Barat pada Jumat (27/8/2021).

Anies berharap, kebijakan ini bisa membuka mata hati orangtua agar anaknya bisa segera divaksin. Ketika pulang ke rumah, sang anak akan bercerita pada orangtuanya bahwa orang di lingkungan sekolahnya mayoritas sudah divaksin Covid-19.

“Kami berharap, dia akan melihat dan bahkan membawa informasi saat pulang ke keluarganya bahwa lingkungannya semua sudah divaksin dan dia sendiri yang belum divaksin,” ujar Anies.

Baca juga: Besok Vaksinasi Massal di Lima Lokasi di Kelurahan Jatibening Baru Pondok Gede Berakhir

Baca juga: Penjualan PT AHM Tumbuh 28,18 Persen, Motor Matik Sumbang Terbesar, Honda Beat Laris Manis

Anies juga meminta kepada orangtua untuk memberi perlindungan tambahan kepada anak-anak, selain pakai masker dan cuci tangan yaitu dengan vaksin. Dengan begitu mereka akan mendapat perlindungan ekstra dari paparan Covid-19.

Anies menambahkan, bila pemerintah mewajibkan pelajar divaksin, tentu memberikan efek yang cukup besar bagi mereka.

Para pelajar seolah merasa terkena hukuman dua kali, yaitu terhukum karena tidak bisa mengikuti PTM dan kedua karena tidak mendapatkan vaksin karena tidak diizinkan orangtua.

Berdasarkan catatannya, ada 610 satuan pendidikan di Jakarta bakal mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) pada Senin (30/8/2021). Bagi sekolah yang mengikuti PTM, para pendidik harus yang sudah mendapatkan vaksin Covid-19.

Hingga kini, kata Anies, ada 85 persen guru di Jakarta yang sudah divaksin Covid-19. Sementara 15 persen sisanya belum divaksin karena alasan kesehatan akibat memiliki riwayat komorbid atau berada dalam masa tenggang tiga bulan sebagai penyintas Covid-19.

“Tetapi pada waktunya mereka nanti akan mendapatkan vaksin Covid-19,” kata Anies.

Baca juga: Bantu Korban Kebakaran Kampung Pulo Jatinegara, Sahabat Ganjar Bagikan Ratusan Paket Sembako

Baca juga: Kena Tipu Orang yang Ngaku Kenal Jokowi, Artis Ganteng-ganteng Serigala Kehilangan Rp75 Juta

Menurutnya, setiap sekolah yang akan mengikuti PTM harus melewati dua kali asesmen. Pertama penilaian soal kesiapan secara ssarana dan prasarana.

Kedua, kesiapan kepala sekolah, tenaga pendidik dan para orangtua pelajar. Apabila semua penilaian itu memenuhi kriteria, sekolah dapat menggelar PTM.

Sebetulnya, kata Anies, uji coba PTM pernah dilaksanakan oleh 85 sekolah pada April-Mei lalu. Dalam uji coba itu, pemerintah daerah tidak menemukan adanya penyebaran Covid-19 sehingga PTM dinilai berhasil.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved