Berita Nasional

Perpusnas Sediakan Pojok Baca Digital dan Perpustakaan Modern untuk Dukung Wisata di NTB

Bantuan peralatan Pocadi diperuntukkan dinas perpustakaan Provinsi NTB, Kota Mataram, dan Kabupaten Lombok Tengah.

Editor: Feryanto Hadi
Ist
Penyerahan peralatan Pocadi secara simbolis oleh Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando kepada Gubernur NTB Zulkieflimansyah 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI memberikan bantuan Pojok Baca Digital (Pocadi) pada tiga lokasi di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Bantuan peralatan Pocadi diperuntukkan dinas perpustakaan Provinsi NTB, Kota Mataram, dan Kabupaten Lombok Tengah.

Peralatan Pocadi diserahkan secara simbolis oleh Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando kepada Gubernur NTB Zulkieflimansyah bersamaan dengan kegiatan webinar Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat Provinsi NTB yang mengangkat tema “Penguatan Peran Sisi Hulu Guna Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat”.

Selain itu, diselenggarakan penandatanganan nota kesepakatan Perpusnas dengan Pemerintah Provinsi NTB dan delapan perguruan tinggi.

Pada kesempatan tersebut, Syarif Bando menyatakan pada 2022, pihaknya menyiapkan bantuan Pocadi yang akan dibangun di Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Baca juga: Kemenpan RB Beri Catatan untuk Reformasi Birokrasi Perpusnas

Selain itu, Perpusnas akan memberikan bantuan pembangunan gedung layanan perpustakaan modern untuk Provinsi NTB melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) sebagai modal wisata daerah menghadapi tantangan di era disrupsi.

Syarif Bando menjelaskan, seluruh unsur masyarakat harus bekerja sama dalam upaya penguatan budaya baca dan literasi masyarakat Indonesia.

“Bertahun-tahun Indonesia menikmati penghakiman dunia sebagai bangsa yang rendah budaya bacanya dan rendah indeks literasinya. Dengan kehadiran kita sebagai orang-orang di sisi hulu, baik sebagai eksekutif, legislatif, yudikatif, kita akan menolong masyarakat ini untuk bisa keluar dari penghakiman dunia untuk kita,” ujarnya di Graha Bakti Praja, Kantor Gubernur NTB, pada Rabu (25/8/2021).

Saat ini, literasi Indonesia menghadapi kendala terbatasnya bahan bacaan di tengah masyarakat. Syarif Bando mengajak pemerintah daerah di NTB untuk mendorong masyarakat agar bergerak dalam dunia literasi dengan menyediakan bahan bacaan.

Baca juga: Literasi Digital yang Dikelola Baik Bisa Datangkan Nilai Ekonomis, Gol A Gong: Ini Peluang!

Ini bisa dilakukan masyarakat dengan membuat buku mengenai kekayaan budaya dan kearifan lokalnya.

Sementara itu, Zulkieflimansyah mengapresiasi perhatian Perpusnas untuk provinsi NTB. Zulkieflimansyah berharap pihaknya bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusia perpustakaan di NTB melalui bantuan yang diberikan Perpusnas.

“Perpustakaan ini ada ilmunya, ada caranya, ada seninya. Dan kalau perpustakaan kita dihuni, dijaga, diarahkan oleh orang yang tepat, tidak menjadi hambatan untuk mampu menembus segala batas di dunia saat ini,” ungkapnya.

Ke depan, Zul berharap pemerintah daerahnya mampu melakukan pelatihan pustakawan secara mandiri. Dengan begitu, terjadi percepatan peningkatan indeks literasi masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Perpusnas mengukuhkan Niken Saptarini Widyawati menjadi Bunda Literasi Provinsi NTB tahun 2021.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved