Breaking News:

Berita Bogor

Pengungsi Asal Afganistan Disergap saat Berada di Puncak, Polisi Temukan Barang Bukti Ganja

Pelaku sudah 5 tahun tinggal di Puncak Bogor tepatnya di Kampung Ciburial, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Feryanto Hadi
Ist
Polisi merilis penangkapan pria asal Afganistan yang terbukti menggunakan narkoba di kawasan Puncak. 

WARTAKOTALIVE.COM, CIBINONG - Satuan Reserse Narkoba Polres Bogor berhasil mengamankan seorang pria asal Afganistan di Ciawi, Puncak, Bogor.

Pria berinisial AA (30 tahun) ini ditangkap karena terbukti menggunakan narkoba di kawasan Puncak.

Kapolres Bogor AKBP Harun mengatakan AA ditangkap di halaman Masjid Amaliah, Desa Bendungan, Kecamatan Ciawi pada 21 Juli 2021 lalu.

Baca juga: Anies Baswedan Digugat Korban Banjir Rp 1 Miliar di PTUN Jakarta

"Dari tangan tersangka, polisi berhasil menyita barang bukti berupa 13,8 gram ganja," kata Harun, Rabu (25/8/2021).

Saat dibekuk jajaran Sat Res Narkoba, lanjutnya,  AA tak berkutik karena  ada barang bukti di lokasi.

Tersangka AA ini merupakan pengguna.

Dia mengaku kepada polisi sudah menggunakan narkoba jenis ganja tersebut selama dua tahun.

Baca juga: Ini Aturan yang Dilonggarkan Pemkab Bogor pada Penerapan PPKM Level 3

Menurut pengakuannya, Aa membeli ganja tersebut dari tangan tersangka WH.

“Hingga kini WH masih buron. Dia melarikan diri ke Provinsi Banten. Kami sudah tetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO),” jelasnya.

Atas perbuatannya tersangka AA dijerat dengan  pasal 114 ayat 2 Undang-undang narkotika nomor 35 Tahun 20019 Tentang Peredaran Narkotika.

"Ancaman hukuman bagi tersangka minimal 5 tahun penjara," papar Harun.

Baca juga: Persiapan Pemilu 2024, DPRD Kabupaten Bogor Gelar Rapat Dengar Pendapat dengan KPU

Dia menjelaskan bahwa tersangka AA ini sudah 5 tahun tinggal di Puncak Bogor tepatnya di Kampung Ciburial, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

Meskipun AA warga negara asing (WNA) dan mengantungi kartu UNHCR karena merupakan pengungsi, namun ia tetap dikenakan pasal 114 ayat 2 Undang-undang narkotika nomor 35 Tahun 20019 Tentang Peredaran Narkotika.

Baca juga: Penuhi Kebutuhan Rumah Warga Miskin di Bogor, Universitas Djuanda Luncurkan Program P3-BK

"Siapapun yang melakukan tindak pidana di Indonesia ya kita berlakukan dengan hukuman di Indonesia. Selanjutnya, kami akan mengkomunikasikan hal ini dengan UNHCR," pungkas Harun.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved