Breaking News:

Pemilu 2024

Pimpinan DPD: Alasan Pandemi Tak Terlalu Siginifikan Tunda Pemilu Hingga 2027

Pimpinan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) merespons isu perpanjangan jabatan presiden hingga 2027.

Editor: Yaspen Martinus
breakingnews.co.id
Wakil Ketua DPD Mahyudin menjelaskan, dalam pasal 7 UUD 1945, masa jabatan Presiden dan Wakil Presiden selama lima tahun, dan dapat dipilih kembali maksimal dua periode. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Pimpinan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) merespons isu perpanjangan jabatan presiden hingga 2027.

Wakil Ketua DPD Mahyudin menjelaskan, dalam pasal 7 UUD 1945, masa jabatan Presiden dan Wakil Presiden selama lima tahun, dan dapat dipilih kembali maksimal dua periode.

Menurut Mahyudin, memperpanjang masa jabatan presiden hingga 2027 dengan alasan pandemi, tak signifikan.

Baca juga: Kabareskrim Ancam Tutup Permanen Penyedia Jasa Tes PCR yang Pasang Tarif Lebihi Harga Pemerintah

"Kalau ada wacana mengubah periodisasi tiga periode, atau pun memperpanjang masa jabatan, saya kira harus ada amandemen UUD."

"Nah, untuk itu alasannya harus kuat, untuk misalnya menunda pemilu ke 2027."

"Kalau alasan pandemi saya kira tidak terlau signifikan."

Baca juga: Tulis Surat Terbuka, Muhammadiyah Minta Jokowi Pulihkan Nama Baik 75 Pegawai KPK dan Dijadikan ASN

"Karena negara lain juga mengalami pandemi, bukan berarti di tengah pandemi ini kita tidak bisa melaksanakan pemilu," tutur Mahyudin kepada wartawan, Jumat (20/8/2021).

Mahyudin lantas mencontohkan penyelenggaraan Pilkada 2020 di tengah pandemi Covid-19.

Jika ingin memperpanjang masa jabatan presiden ataupun menunda pemilu hingga 2027, menurutnya tetap harus mengamendemen UUD 1945.

Baca juga: Kapolda Metro Jaya: Pandemi Covid-19 Skenario Tuhan Supaya Kita Kembali ke Jati Diri Bangsa

"Jadi saya kira tidak cukup alasan menunda atau mengundurkan pemilu, dan prosesnya juga tidak mudah karena harus mengubah Undang-undang Dasar," ucapnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved