Berita Nasional

Fadli Zon Bikin Polling di Twitter Soal BPIP, Hasil Sementara 95 Persen Setuju BPIP Dibubarkan

Polling dari Fadli Zon tersebut dibuat menyusul protes keras sejumlah pihak tentang lomba menulis yang digelar BPIP.

Editor: Feryanto Hadi
istimewa
Fadli Zon 

Bahkan, Fadli Zon memandang, ada upaya untuk menuduh Islam mempermasalahkan hormat kepada bendera dan menyanyikan lagu Indonesia raya.

"Tema lomba BPIP ini menunjukkan betapa dangkalnya BPIP memahami Islam dan Pancasila. Ini produk Islamophobia akut dan cenderung menuduh Islam mempermasalahkan hormat bendera dan lagu kebangsaan Indonesia Raya," tulis Fadli Zon di Twitter, dikutip pada Jumat (13/8/2021).

Baca juga: Soroti Keadaan Bangsa, AHY: Belum Ada Tanda Pandemi Reda, Ekonomi Rakyat Masih Terpuruk

Fadli Zon pun meminta agar BPIP merubah tema lomba penulisan tersebut karena berpotensi memecah-belah bangsa.

"Segeralah ganti tema agar tidak memecah belah bangsa," imbuhnya

Baca juga: Ada Masyarakat yang Tak Percaya Covid-19, Wapres Ma’ruf Amin Sebut Karena Pengaruh Fenomena Global

Baca juga: Kini Jomblo, Si Seksi Anya Geraldine Blak-blakan, Mantan Pacar Larang Dirinya Beragedan Ciuman

Tema tendensius

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera juga merasa geram dengan kompetisi menulis yang digelar oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP)

Mardani menilai, tema yang diangkat dalam lomba tersebut cukup tendensius.

"Aneh temanya dan terkesan tendensius. Jadi buka luka lama saat dikatakan musuh Pancasila itu agama. BPIP mestinya menyatukan bukan buat kontroversi," tulis Mardani di Twitter, Jumat (13/8/2021).

Mardani mengungkapkan, masih banyak tema lain yang bisa dipilih dalam lomba yang digelar untuk memeringati Hari Santri tersebut.

Baca juga: Mengundurkan Diri dari Komisaris Garuda Indonesia, Yenny Wahid: Masalahnya Seabrek-abrek

"Ada ide tema lain yang lebih visioner dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional seperti “Pandangan Santri dalam bahaya Perubahan Iklim”. Atau “Santri untuk Indonesia bebas korupsi”."

"Tapi mengubah tema hanya permukaan, paradigma BPIP mestinya menyatukan dan menguatkan peran agama dalam bingkai harmoni. BPIP perlu evaluasi total," tandasnya

Dibully warganet

Sejumlah warganet juga mempermasalahkan pemilihan tema dalam lomba berhadiah Rp5 juta tersebut.

Sebagian menanyakan apa motif BPIP yang membandingkan dua sudut pandang seorang pemeluk agama dalam bernegara dan bernegara.

Lainnya menganggap bahwa tema tersebut hanya akan menimbulkan perdebatan bahkan bisa memecahbelah kerukunan masyarakat.

Baca juga: Laksamana Yudo Margono Disebut Calon Terkuat Panglima TNI, Ubedilah Badrun Beberkan Analisanya

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved