Breaking News:

Narkoba

Wakil Ketua Komisi III DPR Setuju Bandar Narkoba Dipindah ke Lapas Nusakambangan

Wakil Ketua Komisi III DPR, Pangeran Khairul Saleh, sangat setuju bandar narkoba dipindahkan ke Lapas Nusakambangan. Agar mereka sulit berhubungan.

Editor: Valentino Verry
Tribunnews.com
Wakil Ketua Komisi III DPR, Pangeran Khairul Saleh, mendukung upaya pemerintah yang memindahkan bandar narkoba ke Lapas Nusakambangan. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Pangeran Khairul Saleh, apresiasi pemindahan bandar narkoba dari beberapa wilayah Indonesia ke lembaga pemasyarakatan (lapas) di Pulau Nusakambangan, Jawa Tengah.

Menurutnya, kondisi Pulau Nusakambangan yang memiliki akses terbatas dan lapas yang memiliki tingkat keamanan Super Maximum Security sangat efektif untuk mencegah bandar narkoba mengulangi tindak pidananya.

Baca juga: Semangat Anies Terpacu Akibat Pidato Presiden Joe Biden soal Jakarta Tenggelam 10 Tahun lagi

“Dari apa yang saya lihat dan ketahui, bandar-bandar itu kan ditempatkan di lapas Super Maximum Security seperti Lapas Karanganyar," ujarnya, Rabu (11/8/2021).

"Lapas Karanganyar ini menggunakan sistem one man one cell, satu sel dihuni satu orang, bahkan akses masuk ke dalam blok saja sangat jauh dan terbatas," imbuhnya.

"Membuka pintu blok saja hanya bisa lewat control room, bagaimana bandar mau kembali berulah?,” ungkap Pangeran.

Ia mengungkapkan bahwa lapas-lapas Super Maximum Security yang ada di Pulau Nusakambangan seperti Lapas Karanganyar, Lapas Batu, Lapas Pasir Putih hanya diperuntukkan bagi narapidana high risk seperti bandar narkoba dan terorisme.

Sarana dan prasarana yang digunakan pun telah menggunakan teknologi terkini dengan petugas khusus yang terlatih.

Pasalnya setiap sudut lapas telah dilengkapi dengan cctv dan sensor gerak yang dipantau selama 24 jam setiap hari.

Baca juga: Kasus Dugaan Prostitusi di Hotel G2, Plt Wali Kota Jaksel Masih Tunggu Hasil Penyelidikan Polisi

Selain itu kontak antara petugas dengan narapidana juga sangat minimal, bahkan kunjungan dilakukan secara online dan dengan aturan yang sangat ketat.

Pangeran juga menceritakan bahwa penggunaan handphone sangat tidak dimungkinkan karena tidak terdapat jaringan seluler sehingga pemindahan bandar narkoba ke Nusakambangan merupakan pilihan tepat untuk memutus mata rantai peredaran narkoba.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved