Breaking News:

Sejak Dibuka 24 Juli 2021, Krematorium Pemakaman Unit Kristen Tegal Alur Sudah Kremasi 82 Jenazah 

Sejak diresmikan pada Sabtu (24/7/2021), Krematorium Pemakamam Unit Kristen Tegal Alur sudah melakukan 82 kremasi jenazah.

Penulis: Muhamad Fajar Riyandanu | Editor: Max Agung Pribadi
Warta Kota/Muhamad Fajar Riyandanu
Suasana Krematorium Pemakaman Unit Kristen Tegal Alur, Jakarta Pusat pada Rabu (4/8/2021), sore. 

WARTAKOTALIVE.COM, KALIDERES – Sejak diresmikan pada Sabtu (24/7/2021), Krematorium Pemakamam Unit Kristen Tegal Alur sudah melakukan 82 kremasi.

Pada Rabu (4/8/2021), ada 7 jenazah yang terjadwal untuk dikremasi.

Menurut Andreas Sopiandi, selaku Ketua Umum Himpunan Bersatu Teguh (HBT), jumlah jenazah yang dikremasi pada hari pertama hingga hari keenam sebanyak 42 jenazah. Selanjutnya, pada hari ketujuh, ada 6 jenazah yang dikremasi, dan pada tanggal 30 Juli ada 7 jenazah yang dikremasi. 

Baca juga: Krematorium Cilincing Layani Kremasi Jenazah Covid-19 dengan Harga Spesial

Lebih lanjut, kata Andreas, jumlah jenazah yang dikremasi sejak tanggal 1 Agustus hingga 4 Agustus sebanyak 27 jenazah. 

Krematorium tersebut adalah hasil kolaborasi antara Himpunan Bersatu Teguh (HBT) dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Pemprov DKI belum punya alatnya, kami sediakan mesin kemudian Pemprov menyediakan lahan,” ujar Andreas, Rabu (4/8/2021).

Baca juga: Demi Melawan Kartel Kremasi Jenazah Covid-19 di Jakarta, Alat Ini Batal Diangkut ke Pekanbaru

Lebih lanjut Andreas mengatakan, walau kurva pandemi Covid-19 di wilayah DKI Jakarta menurun, permintaan akan kremasi masih tetap tinggi.

“Setiap hari pasti ada yang booking. Malah kalau lebih dari kuota kami yang sejumlah 7 jenazah, kami terpaksa minta pihak keluarga untuk menunggu di hari berikutnya,” jelas Andreas.

Andreas mengatakan, pihak keluarga yang tinggalkan tidak akan dikenakan biaya seperak pun untuk proses kremasi.

Baca juga: Polisi Duga Ada Makelar Kremasi di Tengah Pandemi Usai Periksa Tiga Orang Saksi

“Kami ini tidak ada bayaran. Apakah dia orang mampu, dia orang miskin, namanya orang meninggal harus diselesaikan. Tidak lagi melihat dia kaya dan miskin,” ujarnya.

Dalam menjalankan krematorium tersebut, Andreas dibantu oleh 7 pegawai yang bekerja selama 10 jam per hari. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved