VIDEO Suasana Kremasi Jenazah Secara Tradisional di Krematorium Cilincing
Warta Kota pun memantau suasana pelaksanaan kremasi tradisional dengan bahan bakar kayu di Krematorium Cilincing, Cilincing, Jakarta Utara
WARTAKOTALIVE, JAKARTA -- Tempat kremasi tradisional di Cilincing dengan proses kremasi menggunakan kayu sudah melaksanakan kremasi sebanyak 75 jenazah terpapar Covid-19 sejak 17 Juli 2021 silam.
Warta Kota pun memantau suasana pelaksanaan kremasi tradisional dengan bahan bakar kayu di Krematorium Cilincing, Cilincing, Jakarta Utara, pada Rabu (28/7/2021).
Setiap harinya ada 3 sampai 11 jenazah Covid-19 yang dikremasi di Krematorium Cilincing.
Hanya saja belakangan jumlahnya terus menurun seiringing turunnya kasus aktif Covid-19 di Jakarta.
Puluhan jenazah terpapar Covid-19 dikremasi secara tradisional menggunakan kayu dengan biaya Rp 7 juta.
Harga tersebut lebih mahal dibandingkan biaya kremasi normal sebesar Rp 4 hongga 5 juta.
Baca juga: Demi Melawan Kartel Kremasi Jenazah Covid-19 di Jakarta, Alat Ini Batal Diangkut ke Pekanbaru
Baca juga: Penyelenggara Krematorium Tegal Alur Batasi Ibadah Jenazah Covid-19 karena Mengganggu Jadwal Kremasi
Tidak gunakan jasa calo
Sementara itu Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengimbau tidak ada lagi tempat kremasi yang permainkan harga di tengah Pandemi Covid-19.
Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) di Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat, Minggu (25/7/2021).
Baca juga: VIDEO : Krematorium TPU Tegal Alur Dioperasikan untuk Jenazah Protokol Covid-19
Ariza mengatakan bahwa krematorium TPU Tegal Alur merupakan kerjasama antaran Pemprov DKI Jakarta dan Yayasan Himpunan Bersatu Teguh.
"Sampai saat ini dari laporan yang kami terima sudah sekira lima jenazah yang dikremasi di tempat tersebut," jelasnya.
Ariza mengatakan bahwa pengadaan krematorium ini sebagai bentuk dari tingginya angka jenazah Covid-19 yang dikremasi selama pandemi.
Mirisnya, bencana ini dijadikan beberapa pihak untuk mematok tarif tinggi kepada keluarga jenazah Covid-19.
Maka dengan adanya krematorium yang dikelola Pemprov DKI Jakarta diharapkan tidak ada lagi pihak-pihak yang mempermainkan harga kremasi.
"Kemudian kami minta bagi yayasan atau lembaga yang menyelenggarakan kremasi agar tidak mematok tarif yang tinggi yang besar, yang tidak terjangkau apalagi yang berlebihan harganya," imbaunya.
Baca juga: Terdampak Pandemi Covid-19, Pedagang Tanaman Hias Ini Siasati dengan Cara Live Sale di Instagram