Kriminalitas Bekasi

Jual Obat Covid-19 di Atas HET, Empat Pegawai Apotek di Bekasi Terancam Penjara Lima Tahun

Intruksi Kapolri memerintahkan agar dilakukan penindakan jika ada apotek menjual obat diatas harga eceran tertinggi.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/Muhammad Azzam
Kasatreskrim Polres Metro Bekasi, AKBP Andi Oddang berserta jajarannya menunjukkan barang bukti obat antivirus saat rilis kasus penjualan obat diatas harga eceran tertinggi di Lobbi Mapolrestro Bekasi, pada Kamis (29/7/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI---- Polres Metro Bekasi menetapkan empat pegawai apotek sebagai tersangka kasus penjualan obat tidak sesuai harga eceran tertinggi atau HET.

Keempat tersangka itu terancam hukuman pidana lima tahun penjara.

Kasatreskrim Polres Metro Bekasi, AKBP Andi Oddang menjelaskan pengungkapakan kasus ini berdasarkan laporan masyarakat.

Pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan mendatangi apotek sesuai informasi masyarakat tersebut.

Baca juga: Jerinx Tak Penuhi Panggilan, Penyidik Polda Metro Terbang ke Bali untuk Sita Barang Bukti

"Ternyata benar, mereka menjual obat, khususnya obat antivirus diatas harga eceran tertinggi yang tetap ditetapkan Kementerian Kesehatan," kata Andi, saat jumpa pers di Lobbi Mapolres Metro Bekasi, pada Kamis (29/7/2021).

Andi menyebut keempat tersangka itu merupakan pegawai dari dua lokasi apotek berbeda.

Tersangka RH pegawai apotek BL di kawasan Jalan Industri, Kecamatan Cikarang Utara.

Lalu, tersangka RM, IDS, dan RW dari pegawai apotek MF di Jalan Raya Imam Bonjol, Kecamatan Cikarang Barat.

"Tersangka-tersangka itu karyawan hingga asisten apoteker," imbuh dia.

Baca juga: Gara-gara Knalpot Bising, Dua Kelompok Pemuda Bentrok di Sawah Besar, Satu Orang Diciduk Polisi

Dari hasil pengungkapkan, mereka menjual obat jenis Fluvir 75 mg Rp 27.500 sedangkan HET Rp 26.000. Untuk per tablet kentuan HET Rp 1.700 akan tetapi dijual dengan harga Rp 5.000.

Dan, obat Azithromycin 500 mg harga Rp 1.700 per tablet dijual Rp 13.333 ribu per tablet.

Alasan mereka menjual harga tinggi itu demi mendapatkan keuntungan lebih banyak.

Padahal sudah tegas Kementerian Kesehatan mengeluarkan HET sejumlah jenis obat untuk penanganan Covid-19.

Intruksi Kapolri juga sangat jelas agar dilakukan penindakan jika ada apotek menjual obat diatas harga eceran tertinggi.

Baca juga: Polsek Tambelang Ringkus Pencuri Amplifier Musala Desa Sukamakmur Bekasi

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved