Breaking News:

Berita Jakarta

Pesanan Papan Bunga untuk Pernikahan Sepi, Pendapatan Ruslan Bertumpu dari Ucapan Duka Cita

Ruslan berharap pandemi Covid-19 segera berlalu agar aktivitas dapat berjalan secara baik seperti sedia kala.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Feryanto Hadi
(Warta Kota/Ramadhan L Q)
Indira Jaya Floris yang berada di Jalan Darmawangsa 14 No. 18, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (28/7/2021) 

WARTAKOTALIVE.COM, KEBAYORAN BARU - Pandemi virus corona yang sudah berjalan satu tahun lebih masih berdampak ke seluruh sektor usaha kecil yang ada di Tanah Air, termasuk para pedagang karangan bunga.

Ruslan (40), pemilik Indira Jaya Floris yang berada di Jalan Darmawangsa 14 No. 18, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mengaku pendapatannya dari usaha papan bunga menurun drastis selama pandemi Covid-19.

Pasalnya, mayoritas pendapatan Ruslan bertumpu pada pesanan bunga untuk acara pesta seperti pernikahan, tetapi sejak Covid-19 melanda acara itu tidak dapat dilaksanakan karena aturan pemerintah.

Baca juga: Dr Siti Yulidhar Harunasari Paparkan Pentingnya Kemampuan Berbahasa Asing untuk Buka Peluang Usaha

“Yang naikin pendapatan, sih, wedding karena wedding banyak tuh, sekali bikin 40-50 papan,” ujar Ruslan kepada Wartakotalive.com saat ditemui di lokasi.

“Kan semua gedung serbaguna buat wedding terisi sama papan bunga. Kalau sekarang nggak ada pemesanan buat wedding, kosong, kebanyakan, sih, buat duka cita,” lanjutnya.Lebih lanjut, Ruslan menambahkan, saat ini pesanan hanya 10 papan bunga sehari dibanding sebelum pandemi Covid-19 yang mencapai 25 papan bunga.

Baca juga: Bidik Peluang Usaha di Tengah Pandemi, Sandiaga Uno Fokus Pengembangan Digitalisasi Wirausaha Muda

Untuk pesanan satu papan bunga, harga standar sebesar Rp 500.00, sehingga satu hari ia menerima pendapatan sekira Rp 5 juta untuk 10 papan bunga.

“Kalau kali 500 ribu, ya 5 juta untuk 10 papan bunga. Sehari bisa 10 orderan. Sebelum pandemi ramai, mau dari wedding, duka cita, ulang tahun. Sehari bikin 25 papan, kata Ruslan.

Meski mayoritas pesanan papan bunga untuk duka cita, langganan Ruslan tidak bertambah karena orang takut datang ke tokonya yang masih dalam situasi pandemi Covid-19.

“Itu langganan-langganan lama semua, yang baru nggak ada. Tiap hari orderannya duka cita aja,” ucap pria yang mengenakan baju berwarna hitam itu.

Ruslan berharap pandemi Covid-19 segera berlalu agar aktivitas dapat berjalan secara baik seperti sedia kala. (m31).

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved