VIDEO Relawan Mutual Aid Jaksel Bagikan Nasi Box Gratis ke Warga Secara Keliling, Hindari Kerumuman
Menurut cerita Dimas, Dapur Inisiatif memiliki kegiatan bagi-bagi makanan ke warga yang terdampak pandemi.
Laporan Wartawan Warta Kota, Muhamad Fajar Riyandanu
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Efek samping dari wabah pandemi Covid-19 yang muncul di Indonesia sejak awal tahun 2020 masih terasa hingga saat ini.
Dampak negatif yang paling terasa terjadi di sektor ekonomi. Menurut data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) per Maret 2021, ada 29,4 juta orang terdampak pandemi Covid-19.
Jumlah itu termasuk mereka yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), dirumahkan tanpa upah, hingga pengurangan jam kerja dan upah.
Satu diantara warga Indonesia yang terkena dampak Pandemi Covid-19 adalah Dimas.
Baca juga: Kisah Saskia Lebih Senang Isolasi Mandiri di RLC Tangsel: Diterima dengan Baik dan Diperhatikan
Baca juga: Tawarkan Surat Vaksin Palsu Lewat Medsos, Pasangan Kekasih Sukses Tipu Ratusan Korban
Baca juga: Polisi Ungkap Rekam Jejak Satpol PP Gadungan, Rupanya Residivis dan Pernah Jadi Brimob Gadungan
Pria yang sehari-harinya menjadi pedangan kopi ini mengaku penghasilannya turun saat pandemi.
Karena sepi, ia sempat menghentikan bisnis kopinya. Lantaran merasa bosan akibat tidak ada kegiatan, Dimas bersama teman-temannya mendirikan perkumpulan Dapur Inisiatif.
“Sudah ada sejak awal Pandemi, tahun 2020 awal,” ucap Dimas saat ditemui di Pos Gang H. Jimin, Petukangan Utara, Jakarta Selatan pada Minggu (25/7/2021), malam.
Menurut cerita Dimas, Dapur Inisiatif memiliki kegiatan bagi-bagi makanan ke warga yang terdampak pandemi.
Namun sejak Juli 2021, nama Dapur Inisiatif diubah menjadi Mutual Aid Jaksel.
Baca juga: Percepat Tracing Kasus Covid-19, Dinas Kesehatan DKI Jakarta Latih 895 CPNS Jadi Tracer Digital
Baca juga: VIDEO Hari Kedua Perpanjangan PPKM Level 4, Banyak Warga yang Berangkat Mudik dari Terminal Poris
“Biar lebih meluas saja. Kegiatan tidak hanya bagi-bagi makan, nantinya juga sebagai wadah belajar. Terutama perihal memasak dan kesehatan,” jelas Dimas.
Nama Mutual Aid diambil dari Bahasa Inggris yang memiliki arti gotong-royong atau saling membantu.
Menurut Dimas, Mutual Aid Jaksel merupakan kelompok swadaya yang tidak terikat.
Kelompok ini terdiri dari beberapa kelompok dan komunitas yang bekerja sama untuk menentukan apa yang dibutuhkan, dan kemudian saling mendukung untuk mencapai kesepakan bersama.
Umumnya, orang-orang yang aktif di Mutual Aid Jaksel menamai diri mereka sebagai relawan. Para relawan yang aktif berasal dari lintas generasi.
Baca juga: Biar Bisa Jualan Tenang, Pedagang Pasar Koja Baru Inisiatif Bawa Sertifikat Vaksin Covid-19
Baca juga: Aturan Santap di Tempat Maksimal 20 Menit, Anies Baswedan: Makan Secukupnya, Jangan Nongkrong