Breaking News:

Kriminalitas

Tawarkan Surat Vaksin Palsu Lewat Medsos, Pasangan Kekasih Sukses Tipu Ratusan Korban

Tawarkan Surat Vaksin Palsu Lewat Medsos, Pasangan Kekasih Sukses Tipu Ratusan Korban. Berikut Selengkapnya

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus dalam jumpa pers terkait kasus surat hasil tes swab PCR Covid-19 palsu di Mapolda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Selasa (27/7/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Ditreskrimsus Polda Metro Jaya membekuk tiga tersangka dari dua laporan polisi terkait kasus penipuan serta pemalsuan sertifikat vaksin.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan ketiga tersangka dari dua kasus berbeda ini dibekuk dari Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan pada pekan lalu.

"Untuk kasus pertama, pelakunya adalah pasangan kekasih yakni SS dan SK. SS ini adalah perempuan, dia diajarkan pacarnya SK dengan membuat akun medsos untuk melakukan penipuan," kata Yusri.

Baca juga: Polisi Ungkap Rekam Jejak Satpol PP Gadungan, Rupanya Residivis dan Pernah Jadi Brimob Gadungan

Melalui akun medsos itu, kata Yusri, mereka menawarkan bisa membuat sertifikat vaksin, baik vaksin pertama atau kedua.

"Mereka tawarkan dan jual sertifikat vaksin di medsos, meski tanpa divaksin. Dalam medsos mereka terang-terangan bilang open jasa sertifikat vaksin tanpa melakukan vaksin atau bagi yang takut divaksin," kata Yusri.

Berdasarkan pengakuan tersangka, tambah Yusri, keduanya sudah beraksi sejak 2020 dan sudah berhasil menipu ratusan korban.

"Mereka tawarkan serfikat vaksin seharga Rp 400.000. Setelah uang ditransfer, sertifikat yang mereka janjikan tetap tak ada," katanya.

Baca juga: Agar Bermanfaat, Polda Metro Jaya Serahkan Ratusan Tabung Oksigen Kasus Importasi kepada Pemprov DKI

Selain itu kata Yusri pihaknya juga membekuk IF yang satu kampung dengan SS dan SK di Sulsel, dan melakukan aksi serupa dengan modus yang juga sama.

"Modus aksi mereka sama, yakni menawarkan sertifikat vaksin lewat medsos dengan harga Rp 400 Ribu. Aksi mereka ini jadi perbincangan dan akhirnya bisa kami ungkap," kata Yusri.

Diduga katanya sudah ada ratusan warga yang jadi korban atas aksi SS dan SK serta IF ini.

"Bahkan untuk IF setelah melalui pemeriksaan dipastikan positif Covid-19. Ia saat ini menjalani isolasi," kata Yusri.

Karena perbuatannya kata Yusri pihaknya menjerat para pelaku dengan Pasal 28 junto Pasal 45 UU ITE.

"Dengan ancaman enam tahun penjara," kata Yusri. (bum)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved