Breaking News:

Berita Jakarta

Anggota Satpol PP Gadungan Ini Beli iPhone Rp 20 Juta dan Motor Baru Hasil Menipu Puluhan Orang

Pelaku merupakan residivis dengan kasus yang sama. Pada 2011, YF pernah diamankan karena menjadi anggota Brimob gadungan

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Dedy
Warta kota
Kasatpol PP DKI Jakarta, Arifin mengatakan pihaknya mengamankan anggota Satpol PP DKI Jakarta gadungan berinisial YF pada Senin (26/7/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR --- Anggota Satpol PP DKI Jakarta gadungan berinisial YF ditangkap penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) Satpol PP pada Senin (26/7/2021).

Kepada petugas, pelaku mengaku telah berulang kali melakukan penipuan, bahkan tidak hanya rekrutmen di Satpol PP, YF juga membuka lowongan untuk Dinas Perhubungan, Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

“Kalau ditotal mungkin bisa sekitar ratusan juta rupiah,” kata Kepala Satpol (Kasatpol) PP DKI Jakarta Arifin di Balai Kota DKI Jakarta pada Senin (26/7/2021).

Kepada petugas, kata Arifin, pelaku mengaku tidak hanya merekrut sembilan warga sebagai PJLP Satpol PP saja.

Namun YF yang dibantu bibinya, BA juga merekrut delapan orang sebagai anggota Dishub, 14 orang untuk DPMPTSP dan lima orang untuk Dinas Citata.

“Untuk biaya yang dipatok bervariasi, dari Rp 5 juta sampai Rp 25 juta per orang,” ujar Arifin.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, pelaku merupakan residivis dengan kasus yang sama.

Pada 2011, YF pernah diamankan karena menjadi anggota Brimob gadungan.

Bahkan pada 2017, pelaku kembali berulah dengan mengaku sebagai PNS yang bekerja di Bagian Protokol Pemprov DKI Jakarta.

Dengan menyetor duit hingga Rp 25 juta, pelaku meyakinkan korbannya bisa bekerja sebagai PJLP di Pemprov DKI Jakarta.

Sementara itu, pelaku YF mengaku duit hasil penipuan itu digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan membeli sejumlah keperluan.

Seperti iPhone 12 terbaru dengan harga sekitar Rp 20 jutaan serta sepeda motor baru.

Selain itu, duit hasil penipuannya dikelola untuk membayar gaji para warga yang telah direkrut menjadi anggota PJLP di Pemprov DKI.

“Uangnya digunakan untuk menggaji mereka (PJLP) yang lain,” kata YF. 

Baca juga: Tidak Ada Rasa Peduli Bantu Warga Sedang Isolasi Mandiri, Mensos Risma: Satu Warung Bisa Tertular

Baca juga: Pedagang dan Pengunjung Pasar Tradisional di Wilayah DKI Kini Wajib Tunjukkan Bukti Vaksin

Baca juga: Penambahan Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Turun, Anies Ingatkan Angkanya Masih Lampaui Standar WHO

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved