Breaking News:

Virus Corona

Kolaborasi Orangtua dan Guru Dampingi Anak Belajar Jadi Kunci Sukses PJJ Selama Pandemi Covid-19

Sukseskan Sistem Pembelajaran Online, KPAI Harapkan Kolaborasi Orangtua dan Guru Ketika Dampingi Anak Belajar. Berikut Alasannya

Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Ilustrasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) 

WARTAKOTALIVE.COM, PAMULANG - Pandemi covid-19 mengubah seluruh tatanan kehidupan masyarakat, termasuk sistem pendidikan yang semula tatap muka langsung kini harus dilakukan secara online.

Perubahan mendadak tersebut pun memicu beragam kesulitan bagi para orangtua.

Tak hanya terkendala perangkat hingga sambungan internet, orangtua pun harus beradaptasi membimbing anaknya secara langsung ketika belajar di rumah.

Baca juga: Omset Wartegnya Kian Tergerus, Mae Berharap PPKM Darurat Tidak Diperpanjang Lagi

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jasra Putra mengungkapkan, kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang diterapkan pemerintah senyatanya bertujuan untuk melindungi anak-anak dari covid-19. 

Walaupun diakuinya, terdapat segudang permasalahan dialami para orangtua dan anak ketika menjalani sekolah daring selama 16 bulan belakangan.

"Mulai persoalan kuota data internet, alat teknologi yang tidak dimiliki oleh anak atau keluarga, tugas PR yang amat berat tanpa interaksi dengan guru atau orang tua, persoalan pendampingan orang tua,"ungkap Jasra Putra, Jumat (23/7/2021).

Baca juga: Berpotensi Memicu Lonjakan Kasus Covid-19, Ariza Minta Masyarakat Menahan Diri Tak Gelar Demonstrasi

Oleh karena itu, dirinya berharap agar orangtua dan guru dapat bekerjasama ketika mendampingi anak belajar.

Kerjasama tersebut disebut Tripusat Pendidikan, yaitu rumah, masyarakat dan sekolah.

Ketiganya diungkapkan Jasra harus berkolaborasi memberikan pendidikan terbaik bagi anak.

Baca juga: Vaksin Berbayar Dibatalkan Jokowi, Nasib WNA di Ibu Kota Kian Terkatung-katung

"Memang PJJ yang sedang berlangsung tidak ideal sebagaimana kita bayangkan sebelum pandemi. Namun, Undang-undang sistem Pendidikan nasional Nomor 20 tahun 2003 sudah mengatur soal pembelajaran daring dan tatap muka," jelasnya.

Sehingga, lanjutnya, walau mengalami beragam kendala, dunia pendidikan ditegaskannya harus terus maju demi masa depan anak-anak. (m30)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved