Virus Corona Jabodetabek

Krematorium Jenazah Covid di TPU Tegal Alur Siap Dipakai Warga Secara Gratis Mulai Sabtu 24 Juli

krematorium di TPU Tegal Alur, Kalideres siap dioperasikan setelah baru dibangun selama seminggu. Warga bisa pakai secara gratis

Penulis: Desy Selviany | Editor: Dian Anditya Mutiara
istimewa
Krematorium di TPU Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat akan siap digunakan pada hari Sabtu (24/7/2021). 

“Kami sampaikan kepada seluruh pihak swasta yayasan atau kelompok masyarakat yang memiliki usaha kremasi, mohon di masa sulit seperti jangan mencoba mencari keuntungan yang berlebihan dengan matok tarif harga yang di luar kewajaran,” ujar Ariza di Balai Kota DKI, Senin (19/7/2021) malam.

Baca juga: Warga Ungkap Diperas Rp65 Juta untuk Kremasi Jenazah, Ketua DPRD DKI Minta Polisi Tembak Mati Pelaku

Menurut Ariza, di masa pandemi Covid-19 ini harusnya pihak krematorium ikut membantu pemerintah dalam meringankan beban masyarakat.

Terlebih keberadaan virus Covid-19 merupakan musibah besar yang terpaksa dihadapi masyarakat saat melaksanakan aktivitasnya sehari-hari.

“Kami minta buat tarif atau harga yang wajar dan terjangkau. Justru kami harapkan bisa membantu sesama kita yang sedang sulit. Bukan sebaliknya mengambil keuntungan dengan mematok harga setinggi-tingginya,” imbuhnya.

Hingga kini, kata dia, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta sedang mempelajari kemungkinan adanya fasilitas kremasi di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat. Pasalnya sampai sekarang, Pemprov DKI Jakarta belum memiliki tempat kremasi sendiri sehingga mengandalkan pihak swasta.

Baca juga: Sejak Kasus Covid-19 Melonjak, Antrean Kremasi Jenazah di Jakarta Mencapai Seminggu

“Pemprov tidak punya tempat kremasi, jadi sedang dipelajari supaya kami bisa mengendalikan dengn baik, dan memberikan harga yang terjangkau bagi masyarakat ke depannya,” katanya.

Seperti diketahui, sebuah pesan berantai tentang 'kartel kremasi' viral di pesan berantai masyarakat.

Warga yang mengatasnamakan bernama Martin asal Jakarta Barat, mengaku diperas Rp 65 juta oleh sindikat kartel kremasi untuk mengkremasi ibunya yang meninggal dunia di rumah sakit, Senin (12/7/2021).

Berdasarkan pesan yang diperoleh, Martin berujar, petugas Dinas Pertamanan dan Hutan (Distamhut) Kota DKI Jakarta sempat membantu mencarikan krematoriumnya.

Baca juga: VIRAL Kartel Kremasi Jenazah Covid-19 Minta Keluarga Bayar Rp 80 Juta, Ini Versi Rumah Duka Abadi

Kemudian Martin menghampiri orang yang mengaku dari Distamhut itu dan mereka menyampaikan bahwa paket kremasi dihargai Rp 48,8 juta.

"Nanti jenazah bisa segera dikremasi di Karawang, dan harus cepat karena RS lain juga ada yang mau ambil slot ini," kata Martin berdasarkan pesan berantai yang dikutip Warta Kota.

Mendengar kabar itu, Martin terkejut karena enam pekan lalu kakaknya yang meninggal dunia dan dikremasi, paket tersebut tidak sampai Rp 10 juta.

Lalu dua pekan kemudian besan kakaknya meninggal bersama anak perempuannya akibat Covid-19, paketnya Rp 24 juta per orang.

"Bagaimana harga bisa meroket begini tinggi dalam waktu singkat?," tanya Martin.

Baca juga: Dituduh Kartel Kremasi, Begini Penjelasan Rumah Duka Terkait Penanganan Jenazah Covid-19

Dia lalu berupaya menghubungi hotline berbagai krematorium di Jabodetabek. Kebanyakan tidak diangkat  sementara yang mengangkat teleponnya mengaku sudah penuh.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved