Breaking News:

Rektor UI

REKTOR UI Diolok-olok Netizen, Ini Beda Statuta UI Versi Presiden Jokowi dan Presiden SBY

Ini beda Statuta UI Versi Presiden Jokowi dan Versi Presiden SBY yang menjadikan Rektor UI Ari Kuncoro jadi bahan olok-olok netizen

Penulis: Suprapto | Editor: Suprapto
twitter
Rektor UI puncaki trending topic setelah terbukti melanggar aturan rangkap jabatan. Ironinya Rekor UI Ari Kuncoro tidak mendapat sanksi, namun aturannya yang dianggap salah dan diubah. Ari Kuncoro dianggap saksi dan jadi bahan lucu-lucuan. 

* PP No 36 tahun 2013 tentang Statuta UI: Rektor/Wakil Rektor UI dilarang menjadi pejabat di BUMN/BUMD/perusahaan swasta

* PP No 75 tahun 2021 tentang Statuta UIRektor dan wakil rektor, sekretaris universitas, dan kepala badan dilarang merangkap sebagai direksi pada badan usaha milik negara/daerah maupun swasta

* Beda Statuta UI Versi Presiden Jokowi dan Presiden SBY

* Rektor UI trending setelah jadi bahan olok-olok netizen (wargenet)  

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Rektor UI jadi trending twitter dan menjadi bahan olok-olok netizen (warganet).

Penyebabnya adalah Presiden Joko Widodo mengeluarkan Peraturan Pemerintah No 75 tahun 2021 tentang Statuta Universitas Indonesia (UI).

Dalam Statuta UI versi Presiden Jokowi yang menggantikan Statuta UI yang diteken Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kini Rektor UI boleh rangkap jabatan di badan usaha milik negara (BUMN). 

Seperti diketahui, Presiden SBY pada 14 Oktober tahun 2013 telah menerbitkan PP No 68 tahun 2013 tentang Statuta Universitas Indonesia.

Baca juga: Rektor UI Trending dan Jadi Bahan Lucu-Lucuan: Rektor UI Salah Lirik, Lirik Lagu yang Direvisi

Baca juga: Soal Perubahan Statuta UI, Said Didu Heran, Rektor Langgar Hukum tapi Yang Diubah Justru Aturannya

Dalam Pasal 35 PP No 68 tahun 2013 itu ada lima larangan yang tidak boleh dilakukan Rektor UI, salah satunya adalah menjadi "pejabat pada badan usaha milik negara/daerah maupun swasta."

Berdasarkan pasal inilah kemudian muncul gugatan terhadap Rektor UI Prof Ari Kuncoro yang merangkap jabatan sebagai Wakil Komisaris Utama dan Komisaris Independen di PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) sejak 18 Februari 2020.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved