Minggu, 3 Mei 2026

Kesehatan

Pandemi Covid-19 Dorong Masyarakat Ubah Pola Makan Lebih Sehat

Hal ini terungkap dalam temuan Survei 2020 Diet Decisions Survey oleh Perusahaan nutrisi global, Herbalife Nutrition (NYSE: HLF).

Tayang:
Penulis: LilisSetyaningsih | Editor: Feryanto Hadi
Diabetes Care Group
Ilustrasi olahraga dan makanan. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Tidak selamanya mudah memperbaiki pola makan sehat. Walaupun mungkin sudah tahu dan berniat ingin mengubah.

Butuh dorongan besar untuk mewujudkan hal tersebut.

Ternyata pandemi Covid-19 jadi dorongan besar banyak orang untuk mengubah pola makan lebih sehat.

Hal ini terungkap dalam temuan Survei 2020 Diet Decisions Survey oleh Perusahaan nutrisi global, Herbalife Nutrition (NYSE: HLF).

Survei ini dilakukan dengan melibatkan 8.000 konsumen di delapan negara Asia Pasifik, termasuk Australia, Indonesia, Jepang, Malaysia, Filipina, Korea Selatan, Taiwan dan Vietnam.

Baca juga: Saran Ahli, Minggu pertama Positif Covid-19 Sangat Menentukan, Jangan Sampai Salah Minum Obat

Dalam survei tersebut, terungkap bahwa 58 persen responden di Asia Pasifik menerapkan pola makan lebih baik dan lebih rajin berolahraga selama pandemi.

Senior Director & Country General Manager Herbalife Nutrition Indonesia, Andam Dewi mengatakan, ada  hal yang menggembirakan  mengetahui masyarakat semakin menjadikan kesehatan sebagai prioritas utama selama pandemi. 

"Selalu banyak kesempatan untuk mengubah pola hidup ke arah yang semakin sehat," kata Andam  Dewi dalam acara media briefing virtual bertajuk nutrition talk - plant based diet survey belum lama ini.

Baca juga: Prof Amin Soebandrio Sebut dari Proses Mutasi Virus Covid-19, sekitar 4-5 Persen yang Bertahan Hidup

Ia menjelaskan, 79 persen responden Indonesia mengatakan bahwa mereka setuju untuk memanfaatkan pandemi sebagai momentum mengubah pola makan dan gaya hidup.

Untuk menjaga kesehatan adalah alasan mayoritas responden (73 persen) dalam mengubah pola makan dan nutrisi mereka.

Dan, 34 persen mengubah pola makan dan nutrisi untuk mendapatkan berat badan ideal.

Alasan responden Indonesia kenapa pandemi menjadi momentum untuk mengubah pola makan:

• 52 persen menyatakan memiliki banyak waktu untuk mencari informasi terkait makanan dan pola makan yang lebih sehat.
• 34 persen menyatakan memiliki lebih banyak waktu untuk memasak dan mencoba resep baru.
• 24 persen menyatakan punya kesempatan untuk jauh dari pengaruh yang berpeluang merusak pola makan

“Dari hasil survei, kita dapat mengamati bahwa masyarakat kita lebih banyak makan buah, sayuran, dan makanan nabati lainnya. Namun, faktanya, banyak konsumen ingin lebih banyak mengonsumsi protein nabati yang padat nutrisi tetapi tidak tahu harus mulai dari mana. Ini menunjukkan perlunya pendidikan nutrisi masyarakat yang lebih luas untuk membantu konsumen membuat keputusan yang lebih baik dalam pola makan harian mereka," imbuh Andam Dewi.

Baca juga: Detak Kehidupan dari Balik Tenda Biru, Dukungan Ribuan Makanan Siap Saji di Masa Kedaruratan

Hasil survei juga mengungkapkan, 59 persen responden dari Indonesia telah mengambil keputusan untuk mengubah pola makan selama pandemi. 

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved