Senin, 11 Mei 2026

Virus Covid19

Prof Amin Soebandrio Sebut dari Proses Mutasi Virus Covid-19, sekitar 4-5 Persen yang Bertahan Hidup

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman/Pakar Mikrobiologi Klinik Prof Amin Soebandrio, mengatakan tak banyak virus Covid-19 yang bermutasi.

Tayang:
Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Valentino Verry
warta kota/mochammad dipa
Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman/Pakar Mikrobiologi Klinik Prof. Amin Soebandrio, dr, PhD, SpMK(K) menjelaskan terkait mutasi virus Covid-19 saat menjadi pembicara di Seminar Dalam Jaringan (SEMARING) Dies Natalis ke-3, Fakultas Vokasi Universitas Kristen Indonesia (UKI), Sabtu (17/7). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Virus covid-19 telah bermutasi dan menghasilkan berbagai varian baru seperti B.1.1.7 (varian alpha) asal Inggris, B.1.351 (varian Beta) asal Afrika Selatan hingga varian B 1.1.28.1 atau P.1 (varian Gamma) dari Brasil.

Bahkan ada varian tebaru yaitu B.1.617 (varian Delta) yang pertama kali ditemukan di India.

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman/Pakar Mikrobiologi Klinik Prof Amin Soebandrio, dr, PhD, SpMK(K) menjelaskan, mutasi virus merupakan hal yang dapat terjadi pada virus.

Baca juga: Fantastis! Jumlah Pengunduh TikTok Capai Tiga Miliar Akibat Pandemi Virus Corona

Namun, dari banyaknya mutasi tersebut, tidak sepenuhnya bisa menguntungkan bagi virus tersebut.

“Dari sekian banyak mutasi yang terjadi, sekitar 40 persen bahkan menyebabkan virusnya itu mati, karena salah replikasi sehingga virusnya tambah lemah,” ungkap Amin saat menjadi pembicara di Seminar Dalam Jaringan (SEMARING) Dies Natalis ke-3, Fakultas Vokasi Universitas Kristen Indonesia (UKI), Sabtu (17/7).

Kemudian, lanjut Amin, 25 persen dari proses mutasi virus tidak menyebabkan perubahan apa-apa pada virus tersebut, dan hanya sekitar empat hingga lima persen yang menguntungkan untuk virus tersebut.  

“Artinya virus ini menjadi lebih fit tehadap lingkungannya, jadi virusnya bisa lolos dari diagnostic maupun vaksin,” katanya.

“Walau cuma empat persen, tapi kalau ini berpindah ke orang lain bisa menjadi majority, dan ini yang perlu menjadi perhatian kita semua,” imbuhnya.

Proses mutasi

Baca juga: Akibat Pandemi Virus Corona Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Jadi 415 Miliar Dolar AS di Mei 2021

Dalam proses mutasi virus, Amin menjelaskan ada tiga proses mekanisme mutasi pada virus.

Pertama, mutasi muncul secara intrinsic di mana virus bereplikasi lalu menyalin informasi genetika.

Namun, ketika menyalin ada kesalahan secara acak, hal inilah membuat kemungkinan muncul varian baru.

Kedua, mungkin terjadi gabungan antara genetika dari dua virus berbeda yang menginfeksi sel yang sama.

Maka, mungkin terjadi ketika dua-duanya melepaskan materi genetika lalu terjadi pencampuran.

Mungkin saja, varian virus Corona yang di Vietnam menggunakan mekanisme ini.

Baca juga: Ramalan Shio Naga 17 Juli 2021, Pandemi Virus Corona Keuangan Stabil, tapi Harus Sabar pada Pasangan

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved