Breaking News:

PPKM Darurat

Karyawan dan Pegawai Mal Terancam di-PHK Apabila PPKM Darurat Diperpanjang

Pada pandemi gelombang pertama petengahan tahun lalu, sudah banyak pegawai mal yang terkena PHK.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/Andika Panduwinata
Ilustrasi: Seorang buruh PT Victory Chingluh, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang terkena PHK 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI -- Meski pemerintah secara resmi belum memutuskan mengenai perpanjangan PPKM Darurat, namun dampaknya telah diprediksi oleh para pelaku usaha apabila jadi diberlakukan.

Djaelani Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Kota Bekasi menjelaskan cukup banyak pengusaha mal yang nantinya terpaksa harus melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pegawainya lantaran tak ada pemasukan selama PPKM Darurat.

"Nah yang di depan mata ini dampaknya akan terjadi karyawan yang dirumahkan, bahkan PHK. Karena dari beberapa perusahaan dana cadangannya sudah terpakai untuk operasional masing-mading tenan. Itu yang kami khawatirkan," kata Djaelani saat dikonfirmasi, Minggu (18/7/2021).

Baca juga: Omzet Gerai di Mal Menurun Drastis, APPBI Bekasi Minta Pemerintah Berikan Stimulus buat Karyawan

Pada pandemi gelombang pertama petengahan tahun lalu, sudah banyak pegawai mal yang terkena PHK.

Pada gelombang kedua kali ini, juga dikhawatirkan akan menyebabkan geliat perekonomian semakin lesu.

Djaelani menjelaskan para pengusaha di 18 mal se-Kota Bekasi, kini telah merumahkan sisa karyawannya yang dipertahankan sejak pandemi gelombang satu."Kalau kontrak dan pegawai tetap ya kami gaji, itungannya dia WFH. Berat bagi kami. Karena tetap dibayar meski ada pemotongan," tuturnya.

Baca juga: APPBI Kota Bekasi Minta Pemerintah Beri Stimulus Bagi Pekerja Terdampak PPKM Darurat

Tenan di sektor esensial dan kritikal hanya diisi sebanyak 50 persen dari total pegawai.

Sementara itu tenan non esensial praktis merumahkan semua karyawannya.

Oleh sebab itu, ia mengharapkan pemerintah memberikan stimulus bagi masyarakat dan pegawak agar mana kala PPKM Darurat berkahir, roda perekonomian bisa segera berputar.

Baca juga: Jokowi Batalkan Vaksinasi Berbayar, Pengurus Demokrat Berterimakasih kepada Annisa Pohan

"Harusnya dibuatkan stimulus, kami tetap lakukan PPKM darurat, tapi bagaimana masyarakat yang terdampak ini. Oke ada pemberian sembako, tapi kan terbatas. Jadi diberikan stimulus sehingga kesehatan dan pendapatan juga terjamin agar roda perekonomian bergerak," kata Djaelani. 

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved