Vaksinasi Covid19

Kebut Program Vaksinasi, Jokowi Minta Stok 19 Juta Dosis Vaksin di Daerah Segera Dihabiskan 

Stok tersebut awalnya akan digunakan untuk penyuntikan dosis kedua, kepada masyarakat yang telah mengikuti vaksinasi dosis pertama.

Editor: Yaspen Martinus
Biro Pers Setpres/Rusman
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, Presiden Jokowi meminta stok 19 juta dosis vaksin Covid-19 di daerah, segera dihabiskan. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta stok 19 juta dosis vaksin Covid-19 di daerah, segera dihabiskan.

Stok tersebut awalnya akan digunakan untuk penyuntikan dosis kedua, kepada masyarakat yang telah mengikuti vaksinasi dosis pertama.

"Arahan Bapak Presiden untuk vaksinasi agar dipercepat."

Baca juga: Asal Lakukan Hal Ini, Kasus Covid-19 di Indonesia Bisa Mulai Melandai Paling Lambat pada September

"Dan beliau memahami bahwa stok ditahan di daerah-daerah sebagai cadangan suntik kedua sebanyak 19 juta dosis."

"Dan beliau meminta agar segera dihabiskan saja, karena nanti akan ada dosis vaksin baru yang datang," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, usai rapat terbatas dengan Presiden Jokowi, Jumat (16/7/2021).

Dari 75 juta dosis vaksin, kata Budi, sebanyak 56 juta dosis telah disuntikkan kepada masyarakat.

Baca juga: Penyekatan PPKM Darurat di Jawa, Bali, dan Lampung Bertambah Lagi Jadi 1.038 Titik, Jabar Terbanyak

Dari 56 juta tersebut, 40 juta dosis di antaranya digunakan untuk vaksinasi dosis pertama, dan 16 juta dosis untuk vaksinasi kedua.

Sehingga, masih ada sisa 19 juta dosis yang belum disuntikkan.

Untuk percepatan vaksinasi, Presiden ingin sisa dosis tersebut segera disuntikan untuk dosis pertama, kepada masyarakat yang belum mengikuti program vaksinasi.

Baca juga: Pahami PPKM Darurat Bikin Masyarakat Tak Nyaman, Kapolri: Pelan-pelan akan Kami Kendorkan

Sedangkan vaksinasi dosis kedua kepada masyarakat yang telah mengikuti vaksinasi dosis pertama, menunggu kedatangan vaksin baru.

"Kita sudah mendapat kedatangan bahan baku yang cukup."

"Insyallah di akhir Agustus nanti ada tambahan lebih dari 30 juta dosis kembali," beber Budi.

Baca juga: Khawatir Penolakan Rakyat Ditunggangi, Relawan Jokowi Minta PPKM Darurat Tak Diperpanjang

Lagi pula, kata Budi, vaksinasi dosis ke dua tidak harus diberikan tepat waktu.

Vaksinasi dosis kedua bisa diberikan satu atau dua hari setelah waktu yang ditentukan.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved