Virus Corona
Cara Memahami Nilai Saturasi Oksigen Pada Pasien Covid19 dengan Oximeter
Dalam masa pandemi Covid sekarang ini, kita harus tahu soal saturasi oksigen baik dalam keadaan normal atau tidak
Penulis: Dian Anditya Mutiara | Editor: Dian Anditya Mutiara
WARTAKOTALIVE.COM - Dalam masa pandemi Covid sekarang ini, kita harus tahu soal saturasi oksigen baik dalam keadaan normal maupun tidak normal.
Pasalnya, banyak penderita COVID-19 yang kerap mengalami penurunan saturasi oksigen tanpa disadari.
Simak penjelasan lengkapnya di sini.
Dikutip dari Alodokter, saturasi oksigen adalah nilai yang menunjukkan kadar oksigen di dalam darah.
Nilai ini sangat berpengaruh terhadap berbagai fungsi organ dan jaringan tubuh.
Pengukuran nilai saturasi oksigen dapat dilakukan dengan 2 cara, yakni dengan analisis gas darah (AGD) atau menggunakan alat oximeter.
Cara ukur Saturasi Oksigen

Analisis gas darah adalah metode pengukuran saturasi oksigen yang dilakukan dengan cara mengambil sampel darah dari pembuluh darah arteri.
Hasil analisis gas darah sangat akurat, karena pengukurannya dilakukan di rumah sakit dan dikerjakan oleh tenaga medis profesional.
Sementara itu, oximeter adalah alat pengukur saturasi oksigen yang berbentuk klip.
Pengukurannya dilakukan dengan cara menjepitkan oximeter pada jari tangan. Saturasi oksigen kemudian akan diukur berdasarkan jumlah cahaya yang dipantulkan oleh sinar inframerah, yang dikirim ke pembuluh darah kapiler.
Baca juga: Temukan Adanya Penimbunan Obat Maupun Oksigen Medis, Intelijen Kejari Depok Minta Warga Melapor
Berbeda dengan analisis gas darah, pengukuran saturasi oksigen dengan oximeter bisa dilakukan sendiri dengan mudah di rumah.
Oximeter bahkan kini direkomendasikan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk dimiliki di setiap rumah guna mengukur nilai saturasi oksigen secara berkala.
Memahami Interpretasi Nilai Saturasi Oksigen
Hasil pengukuran saturasi oksigen yang dilakukan dengan analisis gas darah ditunjukkan dengan istilah PaO2 (tekanan parsial oksigen).