Virus Corona
Cara Memahami Nilai Saturasi Oksigen Pada Pasien Covid19 dengan Oximeter
Dalam masa pandemi Covid sekarang ini, kita harus tahu soal saturasi oksigen baik dalam keadaan normal atau tidak
Penulis: Dian Anditya Mutiara | Editor: Dian Anditya Mutiara
Sementara itu, hasil pengukuran saturasi oksigen dengan menggunakan oximeter ditunjukkan dengan istilah SpO2.
Di bawah ini adalah cara membaca hasil pengukuran saturasi oksigen:
Saturasi oksigen normal
Berikut adalah nilai saturasi oksigen normal pada orang dengan kondisi paru-paru yang sehat atau tidak memiliki kondisi medis tertentu:
- Analisis gas darah (PaO2): 80–100 mmHg
- Oximeter (SpO2): 95–100%
Sementara itu, pada orang yang memang memiliki penyakit paru-paru, seperti PPOK, nilai saturasi oksigen normalnya bisa berbeda, tergantung pada kondisi dan penyakit yang dideritanya.
Misalnya, orang dengan PPOK berat mungkin akan diminta oleh dokter untuk mempertahankan saturasi oksigen normalnya pada nilai SpO2 88–92%.
Saturasi oksigen rendah
Berikut adalah kriteria nilai saturasi oksigen rendah atau di bawah normal:
- Analisis gas darah (PaO2): di bawah 80 mmHg
- Oximeter (SpO2): di bawah 94%
Orang yang memiliki saturasi oksigen rendah atau hipoksemia bisa merasakan berbagai gejala, seperti nyeri dada, sesak napas, batuk, sakit kepala, detak jantung cepat, kebingungan, dan kulit membiru.
Kendati demikian, orang yang mengalami hipoksemia juga bisa tidak merasakan gejala apa pun. Kondisi ini yang disebut dengan happy hypoxia ini bisa terjadi pasien COVID-19.
Hipoksemia, baik yang menimbulkan gejala maupun tidak, bisa menganggu kerja organ dan jaringan tubuh.