Jumat, 10 April 2026

Covid19 Banten

Ma’ruf Amin Prihatin Warga Banten tak Patuh Prokes dan Enggan Divaksin

Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin menyesali masih ada warga Banten yang tak patuh prokes, dan kelompok yang memprovokasi soal vaksinasi Covid-19.

Editor: Valentino Verry
Setwapres
Wakil Presiden Maruf Amin prihatin melihat warga Banten masih banyak yang melanggar prokes. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Wakil Presiden RI KH. Maruf Amin menggelar rapat koordinasi secara virtual dengan Gubernur, Wali Kota, Bupati dan unsur Forkopimda se-Provinsi Banten. Rapat tersebut beragendakan penanganan Covid-19, Rabu (14/7/2021).

Pemerintah Kabupaten Tangerang turut mengikuti rapat koordinasi secara virtual bertempat di Ruang Cituis Lantai 5 Gedung Sekretariat Daerah, Kabupaten Tangerang.

Baca juga: Petugas Gabungan di Pamulang Hukum Warga yang Abai Prokes saat PPKM Darurat

Diantaranya diikuti oleh Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar yang didampingi Wakil Bupati Mad Romli, Sekretaris Daerah, Dandim 0510 Tigaraksa, Kapolresta Tangerang dan dinas terkait.

Rapat koordinasi tersebut dipimpin oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin di Istana Presiden secara daring atau melalui Zoom meeting.

Dalam rakor ini Ma’ruf mengatakan bahwa per tanggal 13 Juli 2021, Provinsi Banten menempati urutan keempat tertinggi penularan Covid-19 dengan jumlah sekitar 4.000 orang lebih. 

Baca juga: Pembelian dan Pemotongan Hewan Kurban di Tangsel Harus Sesuai Prokes

Penularan yang tinggi tersebut salah satunya dikarenakan, minimnya kepatuhan dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Karena di Banten kepatuhan prokes masih minim, maka Banten kini menempati posisi keempat provinsi yang penularan Covid-19 tertinggi,” ujar Ma’ruf.

“Selain itu, masih terdapat beberapa kelompok yang enggan divaksinasi, karena adanya provokasi,” imbuhnya.

Selama PPKM Darurat, capaian vaksinasi di Provinsi Banten mengalami penurunan karena kurangnya SDM tenaga kesehatan. Di mana para nakes tersebut diketahui banyak yang juga ikut tertular Covid-19. 

Baca juga: Ariza Sebut Testing PCR yang Lampaui Standar WHO Bikin Kasus Covid-19 Terlihat Tinggi di Jakarta

Meskipun demikian, BOR (Bed Occupancy Rate) atau ketersediaan tempat tidur di rumah sakit yang ada di Banten memiliki angka yang cukup tinggi yakni 91%.

“BOR di Banten angkanya cukup tinggi, sekitar 91 persen, tapi capaian vaksinasi selama PPKM Darurat mengalami penurunan yang dikarenakan banyaknya nakes yang terkena Covid-19,” kata Ma'ruf.

Dalam rapat tersebut, Bupati Tangerang yang turut mengahadiri kegiatan secara virtual menjelaskan keadaan wilayahnya selama pandemi.

Ahmed Zaki Iskandar mengatakan bahwa target vaksinasi di wilayahnya yakni 10.000 dosis perminggu, yang mana target tersebut tercipta karena Kabupaten Tangerang merupakan wilayah dengan jumlah populasi terbanyak se-Provinsi Banten, dengan total empat juta jiwa.

Baca juga: Rutinitas Agenda Padat Rentan Terpapar Covid-19, Wali Kota Bekasi Imbau Seluruh Pejabat Patuh Prokes

Namun yang disayangkan, masih kurangnya pengiriman vaksin yang diterima oleh pihak Kabupaten Tangerang.

Record data vaksin dari RS Daan Mogot justru masuk ke Kota Tangerang dan bukannya Kabupaten Tangerang.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved