Rabu, 6 Mei 2026

Hewan Kurban

Pembelian dan Pemotongan Hewan Kurban di Tangsel Harus Sesuai Prokes

Penjualan dan proses penyembelihan hewan kurban di Kota Tangsel tahun ini tak sembarangan, harus mengikuti aturan protokol kesehatan (prokes).

Tayang:
Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Valentino Verry
warta kota/ikhwana mutuah mico
Penjualan dan proses penyembelihan hewan kurban pada hari raya Idul Adha tahun ini harus sesuai protokol kesehatan, mengingat kasus virus Covid-19 yang tinggi. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGSEL - Mendekat hari raya Idul Adha, penjualan hewan Kurban makin gencar di perjualbelikan di Tangerang Selatan (Tangsel).

Menurut Sandra Larasati, Ketua Peternakan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Tangerang Selatan (Tangsel),  pembelian hewan kurban di masa pandemi harus sesuai dengan protokol kesehatan.

"Yang perlu dilakukan dalam membeli hewan kurban adalah Jaga jarak, penerapan higiene personal, pemeriksaan awal, penerapan higiene dan sanitasi," ungkapnya di Serpong, Tangsel, Senin (12/7/2021).

Baca juga: Bedakan Mana Hewan Kurban yang Sehat Atau Sakit, Sudin KPKP Jakarta Timur Berikan Tanda Khusus

Ia juga menjelaskan, untuk penyembelihan hewan kurban di masa pandemi dan PPKM nantinya harus menggunakan prokes yang lebih ketat, karena hasil dari hewan kurban tersebut akan dibagikan kepada masyarakat.

"Kalo tata cara sesuai edaran dari kementrian agama, harus dilaksanakan dengan prokes, menggunakan APD lebih diperketat, seperti penggunaan masker," ujarnya.

Ia juga menegaskan, untuk yang memotong hewan kurban, pemotongan hanya boleh dilakukan oleh panitia yang sudah ditugaskan.

"untuk yang memotong hewan kurban, selain panitia dilarang ikut berkerumun di tempat pemotongan," ujarnya.

Penjualan hewan kurban di Tangerang Selatan (Tangsel), di minggu-minggu terakhir Idul Adha makin banyak terlihat di pinggir jalan.

Menurut Sandra, saat ini untuk penjualan hewan kurban di Tangsel sudah dilakukan pengawasan.

Baca juga: Sudin KPKP Jaktim Bakal Minta Satpol PP Tertibkan Tempat Penampungan Hewan Kurban di Zona Merah

"Kami sudah melaksanakan pengawasan ke lapangan," ungkapnya.

Ia menjelaskan, saat melakukan pemeriksaan di perternakan yang ada di Tangsel Petugas pemeriksaan menemukan beberapa hewan yang sakit, sakit yang dialami seperti keseleo, abses, entritis.

"Saat pemeriksaan, penyakit yang ditemukan keseleo, abses, dan entritis."ujarnya.

Ia menjelaskan, hewan yang sudah diperiksa oleh DKP3 Tangsel sudah mencapai 3.000 ekor, saat ini dokter hewan sudah dikerahkan sebanyak 54 orang.

"Untuk sekarang yang sudah kita cek sapi 2.397 ekor, kerbau 44 ekor, Kambing 1.865 ekor, domba  820 ekor, dengan dokter hewan yang ditugaskan ada 54 orang," terangnya.

Sampai hari ini pemeriksaan hewan kurban di Tangsel, ia mengklaim hanya ada lima hewan yang sakit di 15 Kelurahan .

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved