PPKM Darurat

Laporkan Pelanggaran PPKM Darurat di JAKI, Warga di Matraman Jadi Korban Intimidasi Ini Penyebabnya

Berbagai intimidasi diterima oleh N oleh warga sekitar kediamannya, di Pisangan Baru, Matraman, Jakarta Timur, setelah melaporkan kerumunan ke JAKI

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Mohamad Yusuf
Tribunnews
Seorang warga yang melaporkan pelanggaran PPKM Darurat di lingkungan tempat tinggalnya di kawasan Pisangan Baru, Matraman, Jakarta Timur berujung sial setelah identitasnya diketahui. 

WARTAKOTALIVE.COM, MATRAMAN - Seorang warga yang melaporkan pelanggaran PPKM Darurat di lingkungan tempat tinggalnya di kawasan Pisangan Baru, Matraman, Jakarta Timur berujung sial setelah identitasnya diketahui.

Masalah yang viral di media sosial itu dialami N, seorang wanita yang sedang melakukan isolasi mandiri di rumah.

N melaporkan kerumunan di dekat rumahnya melalui aplikasi JAKI.

“Memang cepat respon Satpol PP (ditindaklanjuti) tapi hari berikutnya rame di depan rumah,” ucap N, Senin (12/7/2021). 

Baca juga: Demi Bertahan Hidup di Tengah Pandemi Covid-19, Sejumlah Artis Dikabarkan Mulai Jual Mobil dan Rumah

Baca juga: Susu Bear Brand Mahal dan Langka di Pasar, Ini Tanggapan Nestle 

Baca juga: Daftar 10 Lokasi Isi Ulang Tabung Oksigen di Bekasi

Ketika itu banyak warga yang menyindir dengan berteriak agar menggunakan masker jika tidak ingin dilaporkan.

Bahkan pada malam hari pun rumahnya tidak luput dengan aksi intimidasi. 

“Jam setengah 11 malem ada gerombolan remaja dan anak kecil teriak (pakai makser) depan rumah saya,” keluhnya. 

Tidak hanya disitu, bahkan ada orang dengan sengaja menggeber motornya dan menimbulkan suara bising di depan rumah N yang ketika itu sedsng melakukan isolasi mandiri. 

“Saya merasa diintimidasi, di depan rumah selalu teriak nyindir pake masker, awas jaga jarak,” ujar N.

N menyadari identitasnya bocor saat melapor adanya kerumunan ketika mencuri dengar dari warga yang berkerumun di sekitar rumah, ketika itu diri mendengar namanya disebut. 

“Kenapa saya tahu bocor, ada orang ngobrol di depan (rumah), bilang orang Satpol PP teman kita, mereka makan baso sama kita, mau berani lapor. Disitu saya juga dengar ada sebut nama saya,” ungkapnya. 

Sementara Lurah Pisangan Baru Tuti Sugihastuti mengatakan pihaknya tidak bisa membocorkan identitas pelapor.

Pasalnya di aplikasi JAKI hanya tertulis anonim dan tidak disebutkan namanya. 

“Kami tidak bocorkan karena kami tidak tahu siapa yang laporkan di JAKI, pelapor anonim dan sudah diarahkan siapapun pelapor, kami rahasiakan, kami ASN jamin rahasiakan pelapor,” katanya. 

Baca juga: Sertifikat Vaksinasi Covid-19 Bisa Diunduh di Pedulilindungi.id, Begini Caranya

Baca juga: SIAPAKAH Doni Salmanan, Viral Sawer Reza Arap Rp1 Miliar saat Live Streaming Games? Ini Sosoknya

Baca juga: PROFIL Harmoko, Sosok yang Minta Soeharto Mundur, Meniti Karir Jurnalis, Politisi, hingga Menteri

Terkait ada intimidasi, Tuti mengaku tidak yakin dengan hal tersebut.

Ia beralasan pengurus RT RW setempat selalu berkoordinasi apabila ada masalah semacam ini. 

“Kalau terjadi intimidasi terhadap bersangkutan kami nggak yakin, di sini bila ada masalah, RT RW ada komunikasi, koordinasi yang jalan dengan baik,” ungkap Tuti. 

Seorang warga setempat, Titin menceritakan bahwa di Jalan Sukun 8, RT 12 RW 02 Pisangan Baru memang sempat ada petugas yang datang dsri kelurahan ke lokasi mengingatkan warga. 

“Katanya (datang karena) ada yang laporin nggak pake masker, ada ketumunan,” ucapnya. 

Titin sendiri mengaku tidak mengetahui persis dengan apa yang terjadi dan viral di media sosial. Ia hanya mengetahui dari status WhatsApp terkiat laporan pelanggaran tersebut. (jhs)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved