Sabtu, 25 April 2026

Kabar Duka

Harmoko Mengidap Progressive Supranuclear Palsy Sejak 2013 Hingga Meninggal

Menurut informasi keluarga, penyebab meninggal Harmoko karena mengidap penyakit PSP (Progressive Supranuclear Palsy)

Kompas.com
Harmoko menderita penyakit Progressive supranuclear palsy sejak 2013 hingga akhir hayatnya 

WARTAKOTALIVE.COM, KUNINGAN - Harmoko meninggal dunia pada Minggu (4/7/2021) malam.

Harmoko meninggal dunia, Minggu (4/7/2021) pada pukul 20.22 WIB di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.

Menurut informasi keluarga, penyebab meninggal Harmoko karena mengidap penyakit PSP (Progressive Supranuclear Palsy) yang diderita sejak tahun 2013.

Dikutip dari Hellosehat, Progressive supranuclear palsy (PSP), disebut juga Steele-Richardson-Olszewski syndrome, adalah kelainan otak yang menyebabkan kesulitan berjalan serta mengganggu keseimbangan tubuh dan gerakan mata.

Gangguan ini terjadi akibat penurunan sel di area otak yang mengontrol gerakan tubuh dan pikiran.

Baca juga: KISAH Perjalanan Harmoko yang Selalu Menang Banyak, dari Menpen hingga Minta Lengser Pak Harto

Progressive supranuclear palsy akan bertambah buruk seiring dengan waktu, dan bisa berlanjut menjadi komplikasi yang mengancam nyawa, seperti pneumonia dan kesulitan menelan.

Hanya 3-6 dari 100.000 orang di dunia memiliki progressive supranuclear palsy (PSP).

Kondisi ini lebih jarang terjadi dibanding penyakit Parkinson.

Gejala PSP biasanya dimulai setelah usia 60 tahun, tapi bisa juga muncul lebih awal. Pria lebih sering terkena dibanding wanita.

Ciri-ciri dan gejala progressive supranuclear palsy termasuk:

- Kehilangan keseimbangan saat berjalan. Di awal munculnya penyakit, penderita mungkin sering jatuh ke belakang.

- Ketidakmampuan untuk mengarahkan pandangan mata dengan baik.

Anda mungkin akan mengalami kesulitan melihat ke bawah, atau mengalami penglihatan kabur atau penglihatan ganda.

Gangguan ini membuat banyak penderitanya sering menumpahkan makanan, atau terlihat tidak fokus saat diajak bicara karena kesulitan melakukan kontak mata.

Gejala lain dari progressive supranuclear palsy berbeda-beda dan bisa mirip dengan penyakit Parkinson maupun dementia.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved