Kabar Duka
Ki Manteb Soedharsono Wafat karena Covid -19, Sebelumnya Pentas di TMII, Dimakamkan dengan Werkudoro
Dalang terkenal Ki Manteb Soedharsono meninggal dunia dalam usia 74 tahun. Dipastikan sang dalang tutup usia karena terkena virus Covid-19
WARTAKOTALIVE.COM, SOLO -- Dalang terkenal Ki Manteb Soedharsono meninggal dunia dalam usia 74 tahun.
Dipastikan sang dalang tutup usia karena terkena penyakit mematikan Covid-19.
Meninggalnya Ki Manteb karena covid-19, menambaf daftar panjang tokoh Indonesia yang wafat karena virus mengerikan tersebut.
Baca juga: Dalang Ki Manteb Sudharsono Meninggal Dunia, Pernah Pecahkan Rekor Muri Mendalang Selama 24 jam
Baca juga: Dalang Ki Manteb Soedharsono Meninggal Dunia, Dory Harsa Suami Nella Kharisma: Sugeng Tindak Eyang
Sebelumnya tokoh terkenal meninggal karena covid-19 antara lain ekonom Enny Sri Hartati, tokoh musik Aria Baron, tokoh pers Neta S Pane dan tokoh agama Teuku Zulkarnain.
Dan Isak tangis histeris pun pecah saat jenazah Ki Manteb Soedharsono di dalam peti mati dibawa petugas pemakaman ber-APD lengkap.

Jaga jarak pun terlihat jelas di rumah duka Dusun Sekiteran, Desa Doplang, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar itu.
Baru beberapa langkah meninggalkan halaman pendhopo rumah duka, tangis pecah dari keluarga besar dalang kondang wayang kulit tersebut.
Baca juga: Klaster Perkantoran Bogor Bertambah, 5 Anggota DPRD Kabupaten Bogor dan 8 Staf Positif Covid-19
Rasa kehilangan mendalam seakan tak bisa ditutupi pada momen detik-detik terakhir jenazah pergi dari rumahnya selama-lamanya.
Salah satu putranya, tampak digenggam erat oleh sejumlah orang karena tak tahan melihat ayahandanya pergi.
"Bapak.. Bapak.. Bapak," suara anak dari Ki Manteb Soedharsono.
Isak tangis keluarga pecah saat sampai harus dihadang oleh kerabatnya.
Saat itu Ki Manteb yang meninggal suai 74 tahun dibawa ke pemakaman keluarga di Dusun Keliteran RT 02 RW 08 sekitar pukul 13.00 WIB.
Baca juga: Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran Tegaskan Warga Ber-KTP Luar DKI Bisa Terima Vaksin di Ibu Kota
Wayang Ikut Mengiringi
Semasa hidup, Ki Manteb Soedharsono berpesan kepada keluarganya satu hal.
Apa itu? Ya, dalang kondang itu ingin jika meninggal turut disertakan sebuah wayang bernama Werkudara kesayangan miliknya.
Amanah dari sang ayah itu pun dijalankan oleh keluarganya.
Buktinya saat petugas ber-APD lengkap memasukkan peti jenazah ke ambulans, ada seorang petugas sembari membawa wayang berukuran 1,5 meter itu.
Wayang itu hanya mengantarkan sampai ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Baca juga: Zulfa Maharani Sempat Sesak Napas hingga Dirawat di Rumah Sakit Sebelum Dinyatakan Negatif Covid-19
Wayang jenis Werkudara memiliki warga bagian atas hitam dan dibalut ornamen keemasan.
Anak pertama Ki Manteb Soedharsono, Medhot Soedarsono mengatakan ayahnya ingin ditemani bersama satu wayangnya jika dibawa ke kuburan.
"Ingin bareng sama wayang Werkudara lawas miliknya," kata dia di rumah duka Dusun Sekiteran, Desa Doplang, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jumat (2/7/2021)
Dia menambahkan juga tak mengetahui kenapa Ki Manteb Soedharsono ingin ditemani wayang Werkudara.
"Enggak tahu juga, mungkin ada keterikatan sendiri sama bapak," ujarnya.
Baca juga: Terungkap, Begini Kronologi Video Viral Oknum Pungli Mikrolockdown di Kebon Jeruk
Warga Kehilangan Sosoknya
Bupati Karanganyar, Juliyatmono merasa kehilangan sosok maestro wayang kulit Ki Manteb Soedharsono, Jumat (2/7/2021).
Juliyatmono mengucapkan rasa belasungkawanya atas meninggalnya dalang kondang yang selama ini memiliki tempat tinggal di Karangpandan itu.
"Saya mewakili masyarakat Karanganyar, para pekerja seni, seniman, budayawan, dan semuanya, kami merasa kehilangan atas berpulangnya maestro dalang hebat kita, Kyai Hj Ki Manteb Soedharsono," katanya kepada TribunSolo.com.
Juliyatmono menyebut, Ki Manteb Soedharsono adalah sosok yang baik.
Almarhum juga berhasil mengangkat kesenian Jawa, yakni Wayang Kulit.
"Karyanya luar biasa, kami warga Karanganyar sangat kehilangan," ucapnya.
Juliayatmono berharap semoga seluruh perjuangan dan amal baik Ki Manteb Soedharsono dicatat sebagai amal sholeh.
"Semoga beliau meninggal khusnul khotimah. Seluruh dosa, kekhilafan, dan kesalahannya mari kita mohon kan semoga diampuni Allah SWT," harap dia.
Baca juga: JK Minta Penyintas Covid-19 Donorkan Plasma Konvalesen saat Berkunjung ke PMI DKI
Kronologi Meninggalnya Ki Manteb
Ki Manteb Soedharsono meningal dunia pada usia ke 74 tahun.
Anak pertama, Medhot Soedarsono membenarkan jika ayahnya meninggal dunia karena terpapar Covid-19.
"Iya, Bapak meninggal dunia pagi, jam 9 kurang di rumah dalam keadaan terpapar covid-19," katanya kepada TribunSolo.com.
Diketahui, pada Jumat minggu lalu, Ki Manteb Soedharsono sempat berkunjung ke Jakarta.
"Berangkat itu saya pastikan dalam keadaan sehat walafiat, terus di Taman Mini ada acara pentas dalang, selama 6 jam di dalam gedung," ujarnya.
Baca juga: VIDEO : Hotel Menjadi Tempat Isolasi Mandiri Covid-19, Wali Kota Sayangkan Tidak Ada Koordinasi
Selama pementasan, Ki Manteb Soedarsono berada dibawah AC central dan mengaku sempat merasa kedinginan.
"Kemudian pulang, dan sampai rumah panas, kemudian istirahat sehari semalam," kata dia.
Lalu kemudian, Ki Manteb sempat menggelar pementasan wayang dirumahnya secara virtual.
"Ndalang di rumah sampai jam 1 malam, padahal kondisi badannya sudah panas, mungkin drop, setelah dalang Bapak lemah dan nggak nafsu makan," jelasnya.
"Kemudian kita datangkan perawat dan dokter, di swab kemarin pagi, positif covid-19, Ibu juga positif," tambahnya.
Bahkan menurut dia, kondisi terakhir Ki Manteb Soedarsono sempat mengalami sesak nafas.
"Kita berupaya mencari oksigen, tapi hanya bisa bertahan tadi pagi," terang dia.
Baca juga: VIDEO : Hotel Menjadi Tempat Isolasi Mandiri Covid-19, Wali Kota Sayangkan Tidak Ada Koordinasi
Suasana Rumah Duka
Suasana rumah duka Ki Manteb Soedharsono mulai didatangi saudara dan tetangga dekat, Jumat (2/7/2021) siang.
Adapun jenazah Dalang Kondang itu di rumah duka di Dusun Sekiteran, Desa Doplang, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar.
Para pelayat yang datang memakai masker dan hanya saudara dan tetangga dekat.
Di halaman rumah sudah dipasang tenda atau tratag, begitu juga bendera lelayu.
Anak pertama Ki Manteb, Medhot Soedarsono mengimbau pelayat menggunakan masker dan protokol ketat.
Bahkan saat akan masuk sama Satgas Covid-19 Desa sudah dicek dan diperiksa.
Baca juga: Kasatpol PP DKI Jakarta Minta Pengelola Pasar Kebayoran Lama Ingatkan Pedagang Tertib Pakai Masker
Sebelumnya, dalang kondang wayang kulit asal Kabupaten Karanganyar, Ki Manteb Soedharsono meninggal dunia pukul 10.WIB.
Menurut salah seorang rekannya, Sugeng Nugroho, bahwa Ki Manteb Soedharsono meninggal dengan diagnosa Covid-19.
Kabar dalang senior itu wafat pada sekitar pukul 10.00 WIB.
"Beliau akan dimakamkan secara protokol kesehatan," katanya kepada TribunSolo.com.
Sosok dalang kelahiran 31 Agustus 1948 memiliki komorbid penyakit di paru-parunya.
"Beliau sering berobat soal permasalahan paru-parunya," ujarnya.
Baca juga: Industri Buku Bukan Industri Gratisan dan Lawan Pembajakan
Dalam dunia pewayangan, Ki Manteb juga menjabat sebagai penasehat di organisasi Paguyuban Dalang Surakarta.
"Beliau salah satu senior dan guru bagi para dalang di Indonesia," terangnya.
Kiprahnya dalam dunia wayang juga diabadikan dalam buku "Ki Manteb Soedarsono Pemikiran dan Karya Pedalangannya,".
"Saya menulis ide dan gagasan beliau dari balik kisah pewayangan," ungkapnya.
Almarhum akan dimakamkan pada hari ini di kediamannya di Dusun Sekiteran, Desa Doplang, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar.
Sosok Sang Dalang
Ya, Ki Manteb adalah sosok yang dilahirkan di sebuah kampung bernama Palur, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo pada 31 Agustus 1948.
Baca juga: Daftar Wilayah Kota/Kabupaten dan Propinsi yang Terkena Aturan PPKM Darurat 3-20 Juli
Seniman yang sudah malang melintang itu se antero Indonesia itu, bahkan sempat dijuluki Dalang Setan karena nyentrik memadukan seni dengan musik modern.
Selama ini Ki Manteb mempunyai sanggar dan bermukim di daerah sejuk di bawah Gunung Lawu yakni kawasan Karangpadan.
Jiwa Ki Manteb memang sudah terbentuk, meskipun ayahandanya Ki Hardjo Brahim adalah dalang kondang kala itu.
Begitu juga ibundanya, adalah merupakan seniman yang dikenal penabuh gendang.
Singkat cerita, selain manggung ke sana-sini dengan kisahnya tersendiri
Baca juga: Sri Mulyani Sebut Bansos Rp 300 Ribu Diperpanjang, Ini Kriteria Penerimanya
Ki Manteb mempunyai segudang prestasi mulai nasional hingga internasional yang tak terhitung jumlahnya semasa hidup.
Di antaranya tahun 1995 Ki Manteb mendapat penghargaan dari Presiden Soeharto yakni Satya Lencana Kebudayaan.
Sementara internasional, Ki Manteb Ki Manteb Soedharsono terpilih sebagai penerima penghargaan dari Unesco yang menyisihkan 28 kontestan dari berbagai negara pada 2004.
Meski kala itu mendapatkan penghargaan luara biasa, dirinya mengaku bukan untuk Ki Manteb saja tetapi untuk kelestarian wayang kulit yang diakui Unesco.
Adapun kepergian Ki Manteb meninggalkan istri dan sejumlah anak-anaknya yang sebagian mengabdikan diri untuk wayang kulit.
Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Isak Tangis Anak Ki Manteb Soedharsono Pecah, saat Jenazah Dalang Dibawa ke Makam, 'Bapak, Bapak',
Penulis: Fristin Intan Sulistyowati