Senin, 13 April 2026

Ini Profil Kemal Arsjad, Komisaris BUMN yang Ingin Ludahi Muka Anies Baswedan

Ini Profil Kemal Arsjad yang Keluarkan Ucapan Tak Pantas Untuk Anies Baswedan. Simak selengkapnya

ISTIMEWA
Kemal Arsjad, komisaris BUMN yang berkata kasar ke Anies Baswedan. Berikut ini profil dan biodatanya. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Nama Kemal Arsjad mendadak melambung usai bercuit dengan nada kurang pantas menyangkut Anies Baswedan.

Demikian bunyi cuitan Komisaris independen salah satu BUMN itu.  

“Halah… Bang*** bener lah nih orang. Kalo ketemu gw ludahin mukanya,” kata Kemal Arsjad di akun twitternya @kemalarsjad, Sabtu (26/6/2021).

Akibat cuitan itu, KAHMI Jaya akan melaporkan Kemal ke Polda Metro Jaya terkait cuitan tersebut. 

Lalu siapakah Kemal Arsjad? Seperti apa profil Kemal Arsjad

Berikut ini profil dan biodata Kemal Arsjad, Komisaris Independen dari BUMN Asuransi Kredit Indonesia atau Askrindo yang melontarkan kalimat kasar kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Baca juga: Anies Baswedan Ternyata Sudah Divaksin Covid-19, Pakai Astrazeneca

Profil dan Biodata Kemal Arsjad 

Dikutip dari https://id.linkedin.com/in/kemalarsjad, Kemal Arsjad menyebut dirinya seorang visioner Idiosyncratic yang bergairah.

Dia memiliki passion pada film, periklanan digital, teknologi seluler dan BlackBerry. 

Kemal sempat memproduseri film  Sang Penari dan Garuda di Dadaku 2.

Alumnus SMP 56 Jakarta dan Universitas Pelita Harapan ini mendirikan Better-B, pembuat aplikasi BlackBerry melalui bendera PT Diantara Kode Digital (DKD) pada Desember 2008.

Baca juga: Kritik PPKM Mikro, Politikus Gerindra: Hukum Tertinggi Adalah Kemanusiaan, Bukan Hukum Ekonomi

Kemal sendiri “kejeblos” di dunia TI lantaran pergaulannya yang cukup intim dengan pengguna ponsel pintar BlackBerry lainnya melalui milis ID-BlackBerry.

Dari situ, ide mengoptimalkan perangkat BlackBerry terus bermunculan.

Pada Maret 2008, bersama beberapa temannya, Kemal coba mengutak-atik BlackBerry dan menciptakan aplikasi yang intinya dapat memudahkan konsumen dalam menggunakan ponsel ini.

 “Waktu itu kami perlu me-refresh memory. Meski tidak tahu caranya, terpikir juga kenapa kami tidak buatkan setting-nya sekalian di dalam BlackBerry,” ujar pria kelahiran tahun 1976 yang berhasil bangkit dari ketergantungannya pada narkotika itu dikutip dari Kompas.com. 

Baca juga: VIDEO : Produsen Peti Jenazah Kewalahan, Pesanan Meroket

Sumber: Surya
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved