Breaking News:

Trending Topic

Bima Arya Trending Terkait Vonis 4 Tahun HRS, Ada yang Doakan Buruk, Namun Tak Sedikit Membelanya

Wali Kota Bogor Bima Arya ikutan trending terkait vonis 4 tahun Habib Rizieq Shihab (HRS). Banyak yang mengecamnya namun tak sedikit yang membelanya

Penulis: Wito Karyono | Editor: Wito Karyono
Dok. Pemkot Bogor
Bima Arya saat berpidato di Rapat Paripurna Hari Jadi Bogor (HJB) ke-539 di Gedung DPRD Kota Bogor, Kamis (3/6/2021). Walikota Bogor periode kedua ini trending menyusul vonis 4 tahun penjara Habib Rizieq Shihab. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Wali Kota Bogor Bima Arya ikutan trending terkait vonis 4 tahun Habib Rizieq Shihab (HRS).

Banyak yang mengecamnya bahkan mendoakan mendapat azab karena dianggap telah memenjarakan seorang pemimpin Islam sekelas HRS.

Namun tak sedikit yang memuji dan menganggap Bima Arya sebagai pemberani, pahlawan negara.

Massa pendukung Rizieq Shihab berjalan di Kawasan Jalan I Gusti Ngurah Rai saat akan menuju Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (24/6/2021). Massa pendukung tersebut akan menghadiri sidang pembacaan vonis kasus penyebaran kabar bohong tes swab Covid-19 di Rumah Sakit Ummi, Bogor.
Massa pendukung Rizieq Shihab berjalan di Kawasan Jalan I Gusti Ngurah Rai saat akan menuju Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (24/6/2021). Massa pendukung tersebut akan menghadiri sidang pembacaan vonis kasus penyebaran kabar bohong tes swab Covid-19 di Rumah Sakit Ummi, Bogor. (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)

Dr Bima Arya Sugiarto S Hum MA (48 tahun) adalah Wali Kota Bogor periode kedua yang menjabat sejak 20 April 2019.

Baca juga: Detik-detik Menegangkan Bentrok Simpatisan HRS dengan Polisi, Kendaraan Petugas Dilempar ke Sungai

Baca juga: Bima Arya Selesaikan Polemik GKI Yasmin Bogor, Yenny Wahid: Tidak Mudah Melakukan Proses Seperti Itu

Selain trending di medsos persidangan vonis HRS sempat ricuh dengan aksi pendukungnya.

Berikut cuitan netizen terkait trending #BimaArya

@NenkMonica: RETWEET jika Setuju. Pakar Hukum, Refly Harun menyebut Wali Kota Bogor BIMA ARYA akan masuk sejarah sbg orang yg memenjarakan Habib Rizieq Shihab. Sebab, BIMA ARYA melaporkan Habib Rizieq ke polisi terkait menghalangi Satgas COVID-19 Kota Bogor soal swab test RS Ummi.

@CecepSyam: Semoga azab cepet berlaku buat Bima Arya dan keluarga, aamiin..

@ArroyyanIqbal: Untung bukan walikota gua, jijik gua liat nya. Semoga segera dapet Hidayah

@Athalia57825529: Apa skrg hatinya lagi berbunga bunga? Kamu sukses dgn mengukir nama baikmu hari ini untuk sejarahmu kelak. Smg kamu sehat dan panjang umur. Smg km tdk mendapatkan akibat dr perbuatanmu terhadap HRS.

Baca juga: Aksinya Viral, Leonardo Sudah Curi Puluhan Tabung LPG 3 Kg di 14 Lokasi, Tak Berkutik saat Diciduk

@AnggintdN: Smoga Alloh memberi hidayah kpd bpk walikota@bimaarya

@yudhoarerihan: Buat yang gasuka sama Bima Arya ya sabeb, cuma kalo sampe ngedoain dan nyumpahin yang buruk mah bre.. Ajaran Islam mana yang mengajari mencaci maki, harusnya didoain supaya kembali ke jalan yang benar kalo merasa beliau salah, menghadeh liatnya

@tsaradiary: Ada yang ancam bunuh bima arya karena habib rizieq divonis 4th Bisa diusut tuh ancaman pembunuhan. Ngeri bgt orang2 

@abangarray: sejarah baru lagi, dulu kerajaan arab berani deportasi cucu nabi, skrg seorang walikota berani memenjarakan cucu nabi.

@Irmansy87476478: Selamat Pak Arya, di akhirat kelak saya akan menjadi saksi bahwa anda yang melaporkan IBHRS terkait kasus ini..

@ANDI_ALFARIS1: smoga ALLAH mnyegerakan azab nya di dunia buat hakim dan bima arya.....

Baca juga: Bahas Instruksi Penting dari Jokowi, Wakapolda dan Pangdam Jaya Temui Anies di Balai Kota

@thegawkyrin: Sebenernya mah si bima arya emang mau menjarain ajaa karena kesel sama kelakuannya si itu wk. Tp ya berhubung dia jg melanggar prokes jd sekalian deh

@CoklatGreentea: Mereka siapa? Gua warga bogor aja gamau Bima Arya lengser... Pret nasbung oh nasbung

@Heru72434152: Hadddeeehhhhh rame banget padahal yg berkoar ini itu blm tentu ngerti persoalannya

@BosNasroel: Ini dokumentasi perdebatan HRS dan Bima Arya di persidangan. Bima menjadi saksi pelapor. Bima menuduh HRS bohong di BAP polisi yang tetap dia tuduhkan di pengadilan meskipun HRS sudah membantahnya. Tapi biarlah publik yang menilai siapa yang bohong.

Baca juga: Diminta Blokir Free Fire dan PUBG, Begini Respon Kominfo

Fakta-Fakta Persidangan

Seperti diketahui, Kamis (24/6/2021), persidangan Rizieq Shihab jadi perbincangan publik.

Dikarenakan, pada hari ini merupakan sidang pembacaan vonis Rizieq Shihab di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Habib Rizieq Shihab di PN Jakarta Timur. Ia divonis 4 tahun penjara kasus covid-19 di Bogor
Habib Rizieq Shihab di PN Jakarta Timur. Ia divonis 4 tahun penjara kasus covid-19 di Bogor (Tribunnews.com)

Sidang vonis Rizieq Shihab tersebut terkait kasus hasil swab tes RS UMMI Bogor, Jawa Barat.

Ada tiga terdakwa dalam kasus hasil swab tes RS UMMI Bogor, yakni:

- Rizieq Shihab

- Muhammad Hanif Alttas (menantu Rizieq Shihab)

- Direktur Utama RS UMMI Bogor Andi Tatat.

Sidang yang digelar Kamis (3/6/2021) lalu, Rizieq Shihab dituntut enam tahun penjara terkait kasus hasil swab test RS UMMI Bogor.

Rizieq, dalam tuntutan jaksa, dinyatakan terbukti menyebarkan berita bohong terkait kondisi kesehatannya.

Baca juga: Mengenal Beton yang Berkualitas. Cairan BETONMIX Menjadikan Beton Berkualitas Tanpa Keropos

Sementara itu, Hanif Alattas dan Andi Tatat sama-sama dituntut dua tahun penjara, dilansir Tribunnews.

Dalam tuntutannya, jaksa menyatakan Hanif terbukti turut serta sebarkan berita bohong terkait kondisi kesehatan Rizieq Shihab.

Sama halnya dengan Andi Tatat.

Selanjutnya RHS Divonis Empat Tahun Penjara

Majelis Hakim PN Jakarta Timur menjatuhkan vonis empat tahun penjara terhadap Rizieq Shihab terkait kasus hasil swab tes di RS UMMI Bogor.

Vonis yang dijatuhkan dua tahun lebih ringan dibanding tuntutan jaksa.

"Menyatakan terdakwa Muhammad Rizieq Shihab alias Habib Muhammad Rizieq Shihab telah terbukti secara sah dan menyakinkan turut serta dalam perbuatan menyebarkan pemberitahuan bohong sehingga menerbitkan keonaran di kalangan rakyat sebagaimana dakwaan pertama alternatif primer penuntut umum."

"Menjatuhkan pidana dengan pidana penjara 4 tahun," kata Majelis Hakim dalam sidang yang digelar Kamis (24/6/2021), dilansir Tribunnews.

Baca juga: Kocca KITA Fasilitasi Pertemuan Bisnis Pelaku Industri Kreatif Korea Selatan dan Indonesia

Setelah mendengar vonis dari Majelis Hakim, Rizieq Shihab menolak putusan tersebut.

Alasannya, menurut Rizieq, tak ada saksi ahli forensik yang hadir selama persidangan.

"Setelah saya mendengar keputusan hakim, ada beberapa hal yang tidak bisa saya terima."

"Di antaranya tuntutan dari jaksa yang meminta mengajukan saksi ahli forensik."

"Padahal di pengadilan ini saksi ahli forensik tidak pernah ada," tuturnya, Kamis (24/6/2021), dilansir Tribunnews.

Karena itu, Rizieq akan mengajukan banding.

"Saya menolak putusan majelis hakim, dan saya menyatakan banding," tegas dia.

Untuk mengamankan sekitar lokasi PN Jakarta Timur.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, mengungkapkan jumlah personel yang disiagakan berjumlah 2.801.

Sofyan Tan Sebut Literasi Tak Sekadar soal Membaca, Juga Kemampuan Menelaah informasi

"Jumlah personelnya 2.801 personel gabungan TNi-Polri semuanya," ungkapnya.

Untuk meningkatkan keamanan, jajaran Polresta Jakarta Timur melakukan sweeping terhadap simpatisan Rizieq.

Pengendara motor dan mobil yang terindikasi simpatisan Rizieq diberhentikan lalu barang bawaannya digeledah.

Dari sekian orang Rizieq yang diperiksa, satu pria yang berusia sekitar 40 tahun diamankan.

Ia diketahui membawa senjata tajam berupa pisau kecil, dua ketapel, dan satu lempeng besi.

Barang-barang tersebut disembunyikan dalam bagasi motor.

Saat diamankan, ia beralasan hendak menuju Pulogebang.

"Saya mau ke Pulogebang, Pak," kata pria yang kedapatan membawa senjata tajam saat ditanya Kanit Reskrim Cakung, Stevano Leonard, soal keperluan dan alasan membawa pisau.

Saat sidang berlangsung, terjadi kericuhan antara massa simpatisan Rizieq Shihab dengan aparat kepolisian yang berjaga.

Ricuh terjadi di Jalan I Gusti Ngurah Rai, tepatnya dekat flyover Pondok Kopi, Jakarta Timur, Kamis (24/6/2021), sekitar pukul 09.30 WIB.

Baca juga: Antisipasi Keterbatasan Mobil Ambulans, DKI Simulasi Penggunaan Truk untuk Angkut Jenazah Covid-19

Sempat terjadi aksi dorong antara massa dan aparat.

Tak hanya itu, aksi lempar batu oleh massa terhadap aparat juga terjadi.

Untuk menghalaunya, polisi kemudian melepaskan tembakan gas air mata dan menyemprotkan water cannon. Akibatnya, massa pun kocar-kacir berlarian.

“Mohon menahan diri. Silakan tidak ada pelemparan. Petugas tahan."

"Bila ada perwakilan silakan disampaikan. Ini aksi damai,” ujar polisi lewat pengeras suara.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved