Breaking News:

Berita Bogor

Bima Arya Selesaikan Polemik GKI Yasmin Bogor, Yenny Wahid: Tidak Mudah Melakukan Proses Seperti Itu

Bima Arya selesaikan polemik GKI Yasmin Bogor selama 15 tahun, Yenny Wahid apresiasi. Sebab, langkah mudahnya kepala daerah membiarkan kasus ini.

Penulis: Dodi Hasanuddin | Editor: Dodi Hasanuddin
Dok. Pemkot Bogor
Bima Arya Selesaikan Polemik GKI Yasmin Bogor, Yenny Wahid: Tidak Mudah Melakukan Proses Seperti Itu. 

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR - Bima Arya selesaikan polemik GKI Yasmin Bogor selama 15 tahun, Yenny Wahid: tidak mudah melakukan proses seperti Itu.

Wali Kota Bogor Bima Arya bersilaturhami dengan pendiri The Wahid Institute, Zannuba Ariffah Chafsoh atau yang akrab disapa Yenny Wahid di Griya Gus Dur, Jakarta, Kamis (16/6/2021).

Banyak hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut, seperti tentang keberagaman, demokrasi, termasuk perkembangan penyelesaian polemik rumah ibadah GKI di Kota Bogor.

Putri kedua dari Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini mengapresiasi upaya Pemkot Bogor yang memberikan pemenuhan hak-hak mendasar bagi warganya untuk bisa beribadah, dalam hal ini bagi jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan KH Abdullah bin Nuh, Cilendek Barat, Bogor Barat, Kota Bogor.

“Kita apresiasi bahwa tentunya Pemkot Bogor menempuh berbagai negosiasi alot sekali melibatkan berbagai macam pihak, semua aktor didekati satu-satu, cari titik temu, yang ini maunya apa, yang itu maunya apa. Dan akhirnya kemudian para aktor tersebut bersepakat bahwa yang paling penting bisa beribadah,” ungkap Yenny dalam keterangannya kepada media.

Baca juga: Kunjungi Stasiun Klimatologi Bogor Bersama Komisi V DPR, Dedie A Rachim Sebut Akan Bangun KRB Kedua

Yenny menilai, lebih mudah bagi seorang Bima Arya untuk membiarkan masalah ini berlarut-larut tanpa dicarikan solusi penyelesaian dalam polemik GKI Yasmin.

“Ya sudah biarkan saja sampai selesai masa jabatan tidak usah ambil tindakan apapun. Itu jauh lebih mudah bagi kepala daerah. Tapi saya melihat, yang saya apresiasi disini adanya kegigihan dari Pak Bima Arya dalam mencoba merangkul semua pihak yang terlibat,” ujar Yenny.

“Mendengarkan semua pihak, mendengarkan semua aktor, semua stakeholder coba didengar suaranya, dan kemudian sampai di titik ini, pada saat ini, di mana hak warga diberikan untuk beribadah. Saya rasa itu harus kita apresiasi, tidak mudah melakukan proses politik panjang seperti itu,” tambahnya.

Baca juga: Pengakuan Karyawan Danone Indonesia Setelah Disuntik Vaksin Sinopharm di Bogor, Tak Disangka

Menurutnya, polemik GKI Yasmin banyak dimensinya. Ada dimensi hukum, ada dimensi konstitusi, kebebasan beribadah, dan ada dimensi sosial yang ikut menjadi bagian dari dinamika pada saat itu. “Sehingga setiap kepala daerah pasti harus mendengar aspirasi dari berbagai macam stakeholder atau pemangku kepentingan,” katanya.

Ia menambahkan, ketika kemudian terjadi kendala-kendala dalam prosesnya, jangan sampai kendala tersebut menghalangi hak mereka untuk mendapatkan pemenuhan haknya.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved