Berita Regional
Jemaat Gereja GMIT Ebenhaeser Boni Berlarian saat Benyamin Tewas Ditebas Parang
Penganiyaan itu terjadi di halaman Gereja GMIT Ebenhaeser Boni, Dusun Boni, Kecamatan Laoholu, Kabupaten Rote Ndao, Jumat (19/6/2021).
WARTAKOTALIVE.COM, ROTE--Jemaat di Gereja GMIT Ebenhaeser Boni, Dusun Boni, Kecamatan Laoholu, Kabupaten Rote Ndao terkejut ketika terjadi keributan.
Peristiwa itu terjadi pada Jumat (19/6/2021).
Satu orang tewas dalam keributan tersebut.
Seorang pria berinisial KM alias T (56) tega menganiaya tetangganya sendiri, Benyamin Indu alias Min (64) hingga tewas.
Keduanya merupakan warga Dusun Oesina, Desa Tasilo, Kecamatan Loaholu, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur.
Baca juga: Nicho Silalahi Prihatin Sekelompok Buzzer Digerakkan untuk Munculkan Islamphobia di Indonesia
Baca juga: Ujian Berat Buat Pak Ganjar, Sebanyak 13 Kota di Jawa Tengah Sudah Masuk Zona Merah Covid-19
Sementara penganiyaan itu terjadi di halaman Gereja GMIT Ebenhaeser Boni, Dusun Boni, Kecamatan Laoholu, Kabupaten Rote Ndao, Jumat (19/6/2021).
Pelaku nekat membacok korban hingga tewas lantaran tersinggung tidak ditegur saat keduanya saling bertemu di depan SD Boni.
"Terungkap motif dibalik kasus pembunuhan itu adalah pelaku tersinggung dengan jawaban korban," kata Kasubag Humas Polres Rote Ndao, Aiptu Anam Nurcahyo saat dihubungi Poskupang.com, Senin (21/6/2021).
Baca juga: VIDEO Pelaku Penganiaya Anak Mengaku ke Penjaga Kost, Penganiayaan Hanya Settingan
Baca juga: Rencana Lockdown di Yogyakarta Dibatalkan, Sri Sultan Akui Tak Kuat Biayai Seluruh Warganya
Anam menjelaskan, peristiwa itu berawal saat pelaku yang sedang memotong kayu di depan SD Boni melihat korban lewat di depannya.
Namun, korban tak menegur. Pelaku kemudian mengatakan 'jalan tidak menegur'.
Mendengar ucapan pelaku, korban spontan menjawab 'kok, kamu siapa juga'.
Mendengar jawaban itu, pelaku akhirnya tersinggung dan mengejar korban sambil membawa sebilah parang.
Mengutip dari Kompas.com, mengetahui dikejar pelaku dengan senjata tajam, korban berlari hingga masuk ke dalam dapur Gereja GMIT Ebenhaeser Boni.
Baca juga: IPC Siapkan Tindakan PHK dan Jalur Hukum jika Masih Ada Pungli di Pelabuhan
Saat masuk ke dapur, korban memegang sebatang kayu.
"Korban dikejar pelaku dari arah belakang. Pelaku pun saat itu memegang sebilah parang," ujar Anam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pembacokan_20171005_191535.jpg)