Berita Nasional

Nicho Silalahi Prihatin Sekelompok Buzzer Digerakkan untuk Munculkan Islamphobia di Indonesia

Nicho menyinggung sejumlah gerakan yang bahkan dilakukan orang non-muslim di luar negeri yang menolak adanya Islamphobia.

Editor: Feryanto Hadi
Twitter
Aktivis Pro Demokrasi (Prodem) Nicho Silalahi 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Aktivis dari Pro Demokrasi atau Prodem, Nicho Silalahi menyoroti gerakan Islamphobia yang diembuskan sejumlah pihak untuk mempengaruhi masyarakat.

Nicho menyoroti soal adanya gerakan dari beberapa pegiat media sosial yang menyerang sebuah film animasi.

Busana muslim yang dikenakan karakter anak dalam film itu pun dipermasalahkan karena mereka menganggap tidak sesuai dengan budaya Nusantara,

Bahkan, busana muslim itu disebut sebagai pakaian bomber Taliban.

Baca juga: Geram Animasi Nussa Dikaitkan dengan Taliban, Ilustrator Tantang Eko Kuntadhi Debat, Eko Menolak

Baca juga: Angga Dwimas Sasongko Ingatkan Denny Siregar Tak Asal Tuduh dan Menyesatkan Publik soal Film Nussa

Nicho menyinggung sejumlah gerakan yang bahkan dilakukan orang non-muslim di luar negeri yang menolak adanya Islamphobia.

"Sementara itu di negeri jauh malah Kaum Kafir pasang badan untuk memerangi Islam Fobia," tulisnya di Twitter, dikutip pada Selasa (22/6/2021).

Ia membandingkan dengan kondisi di Indonesia dimana ia menyebut ada gerakan yang dilakukan oleh buzzer untuk mempropagandakan Islamphobia kepada masyarakat.

"Sedangkan di negara ini malah sibuk bayar Buzzer demi main isu cadar dan radikal Radikul untuk menghidupkan Islam Fobia. Padahal covid sudah memaksa semua orang harus bercadar keluar rumah," lanjutnya.

Baca juga: Rencana Lockdown di Yogyakarta Dibatalkan, Sri Sultan Akui Tak Kuat Biayai Seluruh Warganya

Hidayat Nur Wahid prihatin ada gerakan Islamphobia di Indonesia

Sebelumnya, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Dr. H. M Hidayat Nur Wahid, MA menerima aspirasi dari para tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Aspirasi itu, disampaikan pada pelaksanaan Sosialisasi Empat Pilar, kerjasama MPR dengan Jaringan Komunikasi Masjid dan Musholla (JARKOMM) Pejaten Timur di Jakarta, Selasa (16/3/2021).

Salah satu aspirasi, itu disampaikan oleh K. H. Endang Darwis. Pembina JARKOMM Pejaten Timur itu meminta Hidayat untuk ikut menjaga tiga pilar yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Karena tiga pilar yang diajarkan Rasulullah SAW bisa menjadikan bangsa Indonesia terhindar dari disintegrasi.

Tiga pilar yang telah disampaikan oleh Rasulullah SAW ini bila ditabrak akan menimbulkan disintegrasi atau pemusnahaan bangsa,” ujar Endang Darwis.

Tiga pilar itu adalah, pertama, orang-orang yang berilmu tidak menggunakan ilmunya secara baik, tetapi justru menjadi penjilat.

Baca juga: Satgas Waspada Investasi Sebut Perlu UU untuk Menertibkan Pinjol Ilegal

Baca juga: Ujian Berat Buat Pak Ganjar, Sebanyak 13 Kota di Jawa Tengah Sudah Masuk Zona Merah Covid-19

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved