Breaking News:

Kriminalitas

Pungli di Tanjung Priok Libatkan 12 Orang Sejak 2017, Sudah Ditindak Tegas

PT Pelabuhan Indonesia II menyatakan, telah menindak sejumlah pelaku pungli, melibatkan 12 orang sejak 2017 hingga sudah dapat penindakan tegas.

Editor: Hertanto Soebijoto
Wartakotalive.com/Junianto Hamonangan
Direktur Utama PT Pelindo II Arif Suhartono di Jakarta, Jumat (18/6/2021) mengatakan, pihaknya telah menindak sejumlah pelaku pungli. Foto ilustrasi: Konferensi pers pengungkapan puluhan pelaku pungli di Mapolres Metro Jakarta Utara, Jumat (10/6/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Pungutan liar atau pungli di Pelabuhan Tanjung Priok melibatkan 12 orang sejak 2017 hingga sudah dapat penindakan tegas saat ini. 

Indonesia Port Corporation (IPC) atau PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II menyatakan, telah menindak sejumlah pelaku pungli tersebut. 

"Pungli yang dimaksud  di dalam wilayah pelabuhan adalah pemberian atau penerimaan uang di luar pungutan resmi jasa kepelabuhanan di dalam wilayah pelabuhan," ujar Direktur Utama Pelindo II Arif Suhartono di Jakarta, Jumat (18/6/2021). 

Video: Polda Metro Rilis Penangkapan Preman di Tanjungpriok

Arif menjelaskan, pihaknya sejak dulu berkomitmen menghapus pungli dari wilayah pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo 2. 

"Kami telah menindak tegas setidaknya 12 orang yang terlibat pungli di kawasan pelabuhan," katanya. 

Satu operator yang mendapat tindakan tegas merupakan pekerja alih daya di Terminal Peti Kemas Koja yang terlibat dalam kasus video viral pungli tahun 2017. 

Baca juga: Kasus Pungli Berkedok Perusahaan Jasa Pengamanan di Tanjung Priok Terkuak, 24 Pelaku Dibekuk Polisi

Baca juga: Pungli Terbongkar, Layanan Bongkar Muat Barang Malah Tambah Buruk Tapi Dibantah JICT

Pekerja tersebut, lanjut dia, merupakan pekerja PT PBM Olah Jasa Andal dan telah ditindak dengan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). 

Sementara, tiga pekerja lainnya yang juga mendapat tindakan terdiri  dari 1 operator alih daya, 1 supervisor alih daya, dan 1 sekuriti di Terminal Operasi 3 Pelabuhan Tanjung Priok yang terlibat dalam aksi pungli pada tahun 2017-2018. 

"Ketiganya telah ditindak dengan dikembalikan ke perusahaan asal," tutur Arif. 

Lalu, dia menambahkan, 8 orang lainnya yang ditindak ialah pekerja alih daya di JICT yang merupakan supervisor dan operator RTGC. 

Baca juga: Tanggapi Pengakuan Para Sopir, JICT Bantah Layanan Bongkar Muat Diperlambat Sejak Tidak Ada Pungli

Kedelapan orang tersebut  merupakan pekerja PT Multitally Indonesia, juga telah ditindak dengan dikembalikan ke perusahaan asal. 

Arif menegaskan, IPC mendukung pemberantasan pungli dengan cara bersinergi dengan berbagai pihak regulator di lingkungan wilayah pelabuhan. 

"IPC mewujudkan pelabuhan bersih dengan melakukan patroli gabungan dengan kepolisian. IPC juga mengoptimalkan layanan melalui pemanfaatan teknologi dan digitalisasi," ujarnya. (Yanuar Riezqi Yovanda)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved