Breaking News:

Pungli Terbongkar, Layanan Bongkar Muat Barang Malah Tambah Buruk Tapi Dibantah JICT

Sejak praktik pungutan liar bongkar muat barang terbongkar, layanan bongkar muat barang di Pelabuhan Tanjung Priok malah memburuk meski dibantah JICT.

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Max Agung Pribadi
Wartakotalive.com
Manajemen PT JICT memberikan klarifikasi terkait kasus pungli yang digelar di kantor JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (16/6/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, TANJUNGPRIOK - Sejak praktik pungutan liar bongkar muat barang terbongkar, layanan bongkar muat barang di Pelabuhan Tanjung Priok malah memburuk meski dibantah JICT.

Pelayanan bongkar muat barang di Pelabuhan Tanjung Priok yang disebut diperlambat sejak tidak ada pungutan liar (pungli) dibantah. 

Namun Direktur Utama Jakarta International Container Terminal (JICT) Ade Hartono membantah apa yang dikeluhkan para sopir truk kontainer terkait pelayanan bongkar muat barang. 

Baca juga: Bikin Kapok Preman, Kapolri Keluarkan 5 Instruksi Berangus Premanisme dan Pungli di Pelabuhan

"Sebenarnya dari pengakuan masih gali informasi itu, jujur informasi tentang yang berkembang di media masih sulit untuk diketahui kebenarannya," kata Ade, di kantor JICT, Rabu (16/6/2021).

Petugas operasional di Terminal Petikemas Belawan. Pelindo 1 dengan tegas menolak segala bentuk suap, pungli, dan bentuk gratifikasi lainnya dari seluruh stakeholders maupun pengguna layanan kepelabuhanan.
Petugas operasional di Terminal Petikemas Belawan. Pelindo 1 dengan tegas menolak segala bentuk suap, pungli, dan bentuk gratifikasi lainnya dari seluruh stakeholders maupun pengguna layanan kepelabuhanan. (Pelindo I)

Ade memastikan bahwa pelayanan bongkar muat barang di Pelabuhan Tanjung Priok tanpa kendala dan tetap berjalan normal meski pungli sudah diberantas oleh aparat. 

"Tapi yang pasti pelayanannya kami masih prima dan kami selalu menjaga layanan di lapangan," ujarnya.

Baca juga: Praktik Pungli di Pelabuhan Tanjung Priok Diberantas Bikin Operasional Bongkar Muat Molor Lima Jam

Sebelumnya seorang sopir kontainer, Rofiudin (23) mengaku membutuhkan waktu hingga 5 jam untuk proses bongkat muat barang sejak praktik pungli telah ditertibkan oleh aparat kepolisian. 

Koordinator pelaku pungli, Ahmad Zainul Arifin (39), yang ditangkap aparat Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara
Koordinator pelaku pungli, Ahmad Zainul Arifin (39), yang ditangkap aparat Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara ((Dok. Polres Pelabuhan Tanjung Priok).)

"Ngaretnya tergantung, kadang 5 jam. Bisa masuk jam 8 malam, keluar pagi," katanya di Pelabuhan Tanjung Priok, Rabu (16/6/2021).

Rofiudin menuturkan sebelum ada pungutan liar operator RTG ditertibkan, proses bongkar muat barang berlangsung secara cepat. Namun semua itu berubah pascapemberantasan pungli. 

Baca juga: Antisipasi Pungli di Pelabuhan, Ini yang Dilakukan Pelindo 1

"Sekarang diperlambat. Gara-gara nggak ada Rp 5 ribu diperlambat," keluh pria asal Serang itu.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved