Breaking News:

Berita Jakarta

Tanggapi Pengakuan Para Sopir, JICT Bantah Layanan Bongkar Muat Diperlambat Sejak Tidak Ada Pungli

Direktur Utama Jakarta JICT Ade Hartono membantah apa yang dikeluhkan para sopir truk kontainer terkait pelayanan bongkar muat barang

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
ilustrasi: Sejumlah peti kemas berderet rapi di area Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (7/8/2017). 

WARTAKOTALIVE.COM, TANJUNGPRIOK-- Pelayanan bongkar muat barang di Pelabuhan Tanjung Priok yang disebut diperlambat sejak tidak ada pungutan liar (pungli) dibantah. 

Direktur Utama Jakarta International Container Terminal (JICT) Ade Hartono membantah apa yang dikeluhkan para sopir truk kontainer terkait pelayanan bongkar muat barang. 

"Sebenarnya dari pengakuan masih gali informasi itu, jujur informasi tentang yang berkembang di media masih sulit untuk diketahui kebenarannya," kata Ade, di kantor JICT, Rabu (16/6/2021).

Baca juga: Bikin Kapok Preman, Kapolri Keluarkan 5 Instruksi Berangus Premanisme dan Pungli di Pelabuhan

Baca juga: Geram Ada Pungutan Liar, Dirut JICT Tegur Keras Vendor Outsourcing dan Minta Pelaku Pungli Diganti

Ade memastikan bahwa pelayanan bongkar muat barang di Pelabuhan Tanjung Priok tanpa kendala dan tetap berjalan normal meski pungli sudah diberantas oleh aparat. 

"Tapi yang pasti pelayanannya kami masih prima dan kami selalu menjaga layanan di lapangan," ujarnya.

Sebelumnya seorang sopir kontainer, Rofiudin (23) mengaku membutuhkan waktu hingga 5 jam untuk proses bongkat muat barang sejak praktik pungli telah ditertibkan oleh aparat kepolisian. 

Baca juga: Sri Mulyani Bicara Kesetaraan Perpajakan, Kebutuhan Pria dan Wanita Beda

"Ngaretnya tergantung, kadang 5 jam. Bisa masuk jam 8 malam, keluar pagi," katanya di Pelabuhan Tanjung Priok, Rabu (16/6/2021).

Rofiudin menuturkan sebelum ada pungutan liar operator RTG ditertibkan, proses bongkar muat barang berlangsung secara cepat. Namun semua itu berubah pascapemberantasan pungli. 

"Sekarang diperlambat. Gara-gara nggak ada Rp 5 ribu diperlambat," keluh pria asal Serang itu. 

Tegur vendor

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved