Wearta Ekonomi
Mendag Lutfi Prediksi Pasar Ekonomi Digital Akan Tumbuh 8 Kali Lipat
Lutfi menjelaskan, digital ini tidak hanya penting dari sisi platform, tapi juga harus memperhatikan dari sisi produk.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kementerian Perdagangan menyatakan, sekarang ini sudha masuk dalam satu era perubahan disrupsi yang tidak bisa kita pungkiri.
Dari sisi ekonomi keseluruhan, menurut hitungan daripada Kementerian Perdagangan, GDP Indonesia pada 2020 sekira Rp 15.400 triliun.
Jumlah itu diproyeksikan tumbuh menjadi Rp 24.000 triliun pada 10 tahun yang akan datang, pada saat bersamaan perdagangan ekonomi digital juga demikian.
Baca juga: Polisi Ungkap Identitas Pembobol 279 Juta Data BPJS Kesehatan, Dilacak dari Mata Uang Kripto
Baca juga: Sri Mulyani Ungkap Perusahaan Digital Kabur ke Irlandia demi Ngemplang Pajak
"Pasar ekonomi digital Rp 632 triliun pada 2020 akan tumbuh sekita 8 kali lipat menjadi Rp 4.531 triliun atau 18 persen daripada GDP pada 2030," ujar Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dalam webinar "Kompas Talks: Mengelola Demam Aset Kripto", Kamis (17/6/2021).
Sementara itu, Lutfi menjelaskan, digital ini tidak hanya penting dari sisi platform, tapi juga harus memperhatikan dari sisi produk.
"Sebab itu, peran perdagangan di ekonomi digital, hilirisasi daripada digital ini menjadi sangat penting," katanya.
Karenanya, dia menambahkan, pemerintah harus buat peraturan terhadap produk digital di Indonesia dengan nilai yang semakin meningkat.
Baca juga: Jokowi Dikecam Lantaran Promosikan Bipang Ambawang untuk Oleh-oleh Lebaran, Mendag Minta Maaf
"Jadi, mesti kita atur. Kalau tidak, kita akan terus diuber-uber, terus dikejar-kejar oleh sesuatu yang sebenarnya sudah menjadi kenyataan di dunia, terutama di dunia digital ekonomi," pungkas Lutfi.
Yanuar Riezqi Yovanda
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/menterin-perdagangan-baru-muhammad-lutfi-5.jpg)