Breaking News:

Perusahaan Digital Ngemplang Pajak

Sri Mulyani Ungkap Perusahaan Digital Kabur ke Irlandia demi Ngemplang Pajak

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, di saat negara sedang berusaha menutup defisit, beberapa perusahaan justru mengemplang (menghindari) pajak.

Editor: Valentino Verry
youtube
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyesali banyak perusahaan digital yang menghindari pajak di saat negara sedang butuh uang. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Keuangan menyatakan, ada fenomena menarik, terutama baru pekan ini yakni seluruh dunia memahami setelah terjadi pandemi Covid-19 membuat defisit anggaran naik. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, di saat negara sedang berusaha menutup defisit, beberapa perusahaan justru menghindari atau mengemplang pajak

"Semua negara sekarang berikhtiar untuk menaikkan penerimaan pajak,” ujarnya, Selasa (15/6/2021).

Baca juga: APPSI Desak Pemerintah Pertimbangkan Pengenaan Pajak Sembako karena Bakal Memberatkan Rakyat

“Namun, perusahaan-perusahaan mudah sekali, terutama digital malah menghindari pajak, dia pindah ke yuridiksi yang tax rate-nya rendah," imbuh Sri Mulyani dalam acara Webinar Nasional Seri II: "Kebijakan Pemerintah, Peluang, Tantangan, dan Kepemimpinan di Masa dan Pasca Pandemi Covid-19". 

Sri Mulyani mengungkapkan, perusahaan yang ngemplang pajak tersebut memindahkan kantor pusatnya ke wilayah Irlandia karena tarif pajak rendah. 

"Jadi, melakukan penghindaran pajak dengan memindahkan kantor pusatnya, terutama kalau di Amerika Serikat dan Eropa ke Irlandia Utara. Karena itu, dia hampir 0 persen corporate income tax-nya," katanya. 

Adapun, eks direktur pelaksana Bank Dunia itu menambahkan, perusahaan yang melakukan praktik itu bukan hanya dari sektor digital. 

"Namun, kalau di Amerika Serikat tidak hanya perusahaan digital, juga farmasi," ucapnya.

Pada kesempatan itu, Sri Mulyani juga membahas fenomena kemungkinan akan masuknya mata uang digital di sebuah negara yang sekarang dibuat bersama oleh beberapa pihak dengan nama cryptocurrency atau mata uang kripto. 

Baca juga: Heboh Wacana Pajak Sembako, Sri Mulyani Akhirnya Angkat Bicara: yang Kena PPN Sembako Kelas Atas

Menurut Sri Mulyani, kripto memunculkan kompetisi di antara si pemilik, di antaranya keterlibatan Elon Musk. 

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved