Breaking News:

Virus Corona Jabodetabek

KISAH Pasien Covid-19 di Pondok Aren Diantar ke RS Pakai Motor dalam Keadaan Sesak Napas

Ia mengungkapkan, pihak Puskesmas Kota Tangsel menolak penanganan pasien Covid-19 yang  mengalami sesak napas.

Penulis: Rizki Amana | Editor: Yaspen Martinus
AFP/thestraitstime
ILUSTRASI: Pasien Covid-19 bergejala berat di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sempat ditolak sejumlah puskesmas dan rumah sakit karena ruang perawatan penuh. 

WARTAKOTALIVE, SERPONG - Kabar penolakan pasien Covid-19 bergejala berat di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) karena ruang perawatan penuh, beredar di media sosial.

Kabar tersebut dibenarkan tim relawan Lapor Covid-19 Tri Maharni.

Ia mengungkapkan, pihak Puskesmas Kota Tangsel menolak penanganan pasien Covid-19 yang  mengalami sesak napas.

Baca juga: Disuntik Vaksin Nusantara, Adian Napitupulu: Ketampanan Tidak Berkurang Sama Sekali

"Jadi kemarin sore (Rabu 16 Juni 2021), Lapor Covid dapat laporan dari keluarga pasien Pondok Aren, akan keadaan pasien dan kondisi RS yang penuh semua," katanya saat dikonfirmasi di Kota Tangsel, Kamis (17/6/2021).

Setelah mendapat laporan tersebut, lanjut Tri, pihaknya langsung menghubungi keluarga pasien, untuk mendapati kondisi pasien yang sedang mengalami gejala sesak napas tersebut.

Benar saja, kondisi saturasi oksigen pasien Covid-19 itu terus mengalami penurunan, hingga diperlukan penanganan medis secara intensif.

Baca juga: JPU Sebut Julukan Imam Besar Isapan Jempol, Rizieq Shihab: Hati-hati, Jangan Menantang Para Pecinta

Pihaknya pun turut membantu mencarikan rujukan rumah sakit bagi pasien tersebut, guna penanganan lebih lanjut.

Namun apa daya, sejumlah relasi rumah sakit yang dihubungi turut pula menolak menerima pasien, karena ruangan perawatan sudah penuh oleh pasien Covid-19 lainnya.

"Karena keadaan yang makin berat dengan saturasi makin turun, laporan terakhir 86, maka kita dengan segala kemampuan mencoba mendapatkan bantuan."

Baca juga: Anggota Hingga Staf Terpapar Covid-19, Komisi VIII DPR Lakukan Lockdown, Rapat Digelar Virtual

"Mengontak dinas, mengontak RS, mengontak Puskesmas, cuma ternyata sistem rujukan kita kolaps berat," bebernya.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved