Breaking News:

Kasus Rizieq Shihab

JPU Sebut Julukan Imam Besar Isapan Jempol, Rizieq Shihab: Hati-hati, Jangan Menantang Para Pecinta

Rizieq menilai pernyataan jaksa tersebut terkesan dipenuhi oleh gelora emosional, dan tidak ada sangkut-pautnya dengan perkara.

Editor: Yaspen Martinus
Warta Kota/Nur Ichsan
Rizieq Shihab mengatakan julukan imam besar yang disematkan kepada dirinya datang dari para pengikutnya, bukan kemauan dirinya sendiri. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Terdakwa Muhammad Rizieq Shihab (MRS) mengkhawatirkan pernyataan jaksa penuntut umum (JPU) dalam replik, yang menyebut julukan imam besar kepadanya hanya isapan jempol.

Rizieq menilai pernyataan jaksa tersebut terkesan dipenuhi oleh gelora emosional, dan tidak ada sangkut-pautnya dengan perkara.

Hal itu disampaikan Rizieq dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (17/6/2021), dengan agenda pembacaan duplik terdakwa atas tanggapan replik dari jaksa.

Baca juga: DAFTAR Terbaru Zona Merah Covid-19 di Indonesia: Melonjak Jadi 29, Jawa Tengah Membara

"Kalimat pembuka tersebut entah oleh siapa dan dengan maksud apa, difoto dari replik JPU dan disebar-luaskan via medsos ke para pejabat tinggi negara serta tokoh nasional."

"Hingga akhirnya viral dan sampai ke Umat Islam di mana-mana," kata Rizieq dalam persidangan.

Sebab, kata bekas pentolan Front Pembela Islam (FPI) itu, penobatan imam besar yang disematkan kepada dirinya datang dari para pengikutnya, bukan kemauan dirinya sendiri.

Baca juga: 80 Persen Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Warga Jakarta, Anies Baswedan Diminta Terapkan PSBB Ketat

"Saya pun berpendapat bahwa sebutan ini untuk saya agak berlebihan."

"Namun saya memahami bahwa ini adalah Romzul Mahabbay, yaitu tanda cinta dari mereka terhadap orang yang mereka cintai," ucapnya

Atas dasar itu, Rizieq Shihab khawatir yang dikatakan jaksa terkait penobatan imam besar hanya isapan jempol, akan menghina masyarakat.

Baca juga: DAFTAR Terbaru Zona Hijau Covid-19 di Indonesia: Naik Drastis Jadi 25, Terbanyak di Sumatera Utara

Rizieq juga mengkhawatirkan perkataan jaksa disalahtafsirkan sebagai tantangan untuk masa simpatisannya terdorong datang saat sidang vonis, Kamis 24 Juni 2021 pekan depan.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved