Breaking News:

Pemakaman Markis Kido

Penghargaan Tidak Masuk Kriteria, Markis Kido Tak Bisa Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata

Menpora Zainudin Amali menjelaskan alasan legenda bulu tangkis Indonesia, Markis Kido, tak bisa dimakamkan di TMP Kalibata.

Penulis: Abdul Majid | Editor: Sigit Nugroho
Dok: Kemenpora
Menpora Zainudin Amali turut berduka cita atas meninggalnya legenda bulu tangkis Indonesia, Markis Kido. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menjelaskan alasan legenda bulu tangkis Indonesia, Markis Kido, tak bisa dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata.

Seperti diketahui, para pecinta bulu tangkis Indonesia sebelumnya berharap Markis Kido bisa dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, karena prestasinya yang sudah mengharumkan Indonesia di ajang Olimpiade 2008.

Apalagi sebelumnya, Markis Kido mendapatkan penghargaan pahlawan pula dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat jadi presiden.

Usai mendengar keinginan tersebut, Zainudin langsung berkoordinasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos).

“Kewenangan siapa saja yang berhak dimakamkan di TMP adalah di Kementerian Sosial,” kata Zainudin.

Baca juga: Menpora Zainudin Amali Lepas Enam Atlet Panahan yang Berlaga di Kejuaraan Dunia Panahan 2021

Baca juga: Menpora Zainudin Amali Memasukkan Cabor Panahan ke Dalam 14 Cabor Unggulan Grand Desain Nasional

Baca juga: Menpora Zainudin Amali Ingin Inpres No 3 Tahun 2019 Menjadi Tulang Punggung pada Pembinaan Usia Dini

Kriterianya adalah siapa saja yang mendapatkan penghargaan dari pemerintah (Presiden RI) berupa Bintang Republik Indonesia, Bintang Maha Putra, Bintang Sakti, Bintang Gerilya, dan Anggota TNI/Polri yang gugur dalam pertempuran.

Sementara Markis Kido yang mendapatkan penghargaan dari Presiden SBY kala itu dianggap belum masuk kriteria yang bisa dimakamkan di TMP Kalibata.

“Markis Kido mendapatkan penghargaan Parama Kridha Utama Kelas I dari Presiden SBY pada tahun 2008, dan itu tidak termasuk yang bisa dimakamkan di TMP, seperti waktu itu Olympian Lukman Niode juga tidak bisa,” jelas Zainudin.

Ke depan, Kemenpora bakal melihat apakah kriteria dapat diperluas dan dikomunikasikan dengan Kemensos serta pada kelembagaan khusus yang berwenang tentang hal ini.

“Kami akan lihat dan membahasnya bersama lembaga terkait, apakah bisa diperluas kriterianya,” pungkasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved