Breaking News:

Virus Corona Jakarta

Pemprov DKI Pertimbangkan Semua Kebijakan untuk Tekan Kasus Covid-19, termasuk PSBB Ketat

Anies Baswedan memperpanjang masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro selama dua pekan.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/Desy Selviany
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta mempertimbangkan segala kebijakan yang berkaitan Covid-19, tak terkecuali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat seperti tahun 2020 lalu.

Situasi ini menggambarkan, aktivitas masyarakat dibatasi dari kegiatan usaha, transportasi, pendidikan, sosial-budaya, hiburan dan sebagainya.

“Tentu semua kami pertimbangkan, kami diskusikan dan dialogkan,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di DPRD DKI pada Selasa (15/6/2021).

Baca juga: Dua Peristiwa Kecelakaan Terjadi di Cengkareng, Adu Banteng Motor hingga Mobil Tertabrak Kereta

Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka di Jakarta Tetap Berlangsung Meskipun Kasus Covid-19 Tinggi

Meski mempertimbangkan opsi PSBB ketat, Ariza berharap masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan. Hal ini berkaca pada kasus Covid-19 di Jakarta yang cenderung tinggi akibat libur Hari Raya Idulfitri 1442 H pada Mei 2021 lalu.

Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta bersama aparat penegak hukum Polri dan TNI akan menegakkan aturan dan menjatuhi sanksi bagi pelanggar prokes.

Hal ini sebagaimana Pergub Nomor 3 tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Perda Nomor 2 tahun 2020 tentang Penanggulangan Corona Virus Disease (Covid-19).

Baca juga: BEM SI Bergerak Serukan Penyelamatan KPK, Ajak Semua Elemen Kepung Kantor Firli Cs pada Rabu Esok

“Seperti yang diperintahkan Pak Presiden Jokowi soal meningkatkan disiplin. Ada tiga hal yang yaitu implementasi di lapangan, meningkatkan penggunaan masker dan meningkatkan pelaksanaan vaksinasi,” jelas Ariza.

Seperti diketahui, Anies Baswedan memperpanjang masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro selama dua pekan.

Kebijakan ini mulai berlaku sejak Selasa (15/6/2021) sampai Senin (28/6/2021) mendatang.

PPKM mikro kembali diperpanjang karena kasus Covid-19 di Jakarta dinilai mengkhawatirkan sebagai dampak liburan hari Raya Idulfitri 1442 H pada Mei 2021 lalu.

Baca juga: Jokowi Panggil Anies Baswedan ke Istana, Apa Saja yang Dibicarakan? Berikut Bocoran dari Prasetio

“Selama dua minggu ini, kenaikannya konstan dan cenderung mengalami lonjakan. Hingga per 14 Juni 2021, kasus aktif di Jakarta mencapai 19.096, atau naik 9.000-an kasus,” kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti pada Selasa (15/6/2021).

“Bahkan, beberapa hari ini pertambahan kasusnya mencapai 2.000, 2.300, 2.400, dan 2.700 kasus dengan kenaikan positivity rate yang juga signifikan di angka 17,9 persen,” tambah Widyastuti berdasarkan keterangannya. (faf)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved