Virus Corona Jakarta
Waspada, Dinas Kesehatan DKI Jakarta Temukan 19 Kasus Covid-19 Varian Baru
Waspada, Dinas Kesehatan DKI Jakarta Temukan 19 Kasus Covid-19 Varian Baru. Berikut Selengkapnya
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Dwi Rizki
WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Dinas Kesehatan DKI Jakarta menemukan 19 kasus Covid-19 varian baru atau variant of concern (VoC). Sebanyak 18 kasus berasal dari riwayat perjalanan luar negeri, sedangkan satu kasus merupakan transmisi lokal.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia mengatakan, hal itu terungkap setelah petugas secara aktif melakukan pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) sebanyak 649 orang.
Langkah ini dilakukan untuk mendeteksi adanya potensi VoC di kalangan masyarakat dengan gejala yang lebih berat.
“Terdapat 19 kasus Variant of Concern mutasi virus baru yang ditemukan di DKI Jakarta, di mana 18 di antaranya memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri, dan 1 kasus transmisi lokal,” kata Dwi berdasarkan keterangan yang diterima pada Kamis (10/6/2021).
Selain menggiatkan pemeriksaan WGS, Pemprov DKI Jakarta juga memasifkan pengetesan PCR.
Untuk target tes PCR dari WHO adalah 1.000 orang per sejuta penduduk per minggu (bukan spesimen).
Artinya target WHO untuk Jakarta adalah minimum 10.645 orang dites per minggu.
Target ini telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu. Dalam seminggu terakhir ada 70.086 orang dites PCR.
Baca juga: Beban Penugasan-Joroknya Tata Kelola Pemerintahan Jokowi Disebut Fadli Zon Pemicu Tersungkurnya BUMN
“Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 383.092 per sejuta penduduk,” ujarnya.
Sementara itu, proses vaksinasi juga masih terus berlangsung di DKI Jakarta.
Adapun jumlah sasaran vaksinasi tahap 1 dan 2 (tenaga kesehatan, lansia, dan pelayan publik) sebanyak 3.000.689 orang.
Untuk Vaksinasi Program, total dosis 1 saat ini sebanyak 2.728.441 orang (91 persen) dan total dosis 2 kini mencapai 1.845.698 orang (62 persen).
Baca juga: Ciptakan Lingkungan Sehat dan Tertib, Pemkab Bekasi Usulkan Pembentukan Perda Penataan Kawasan Kumuh
Sedangkan, untuk Vaksinasi Gotong Royong dosis 1, total di Jakarta saat ini sebanyak 35.613 orang.
Lebih lanjut, untuk tenaga kesehatan, vaksinasi telah dilakukan kepada 135.728 orang (121 persen dari target).
Sedangkan, pada kelompok lansia, vaksinasi telah dilakukan kepada 593.442 orang (65,1 persen dari target).
Pada kelompok pelayan publik, vaksinasi telah dilakukan kepada 1.999.271 orang (101 persen dari target).
Ditemukan Ribuan Kasus Pasca Libur Lebaran
Dinas Kesehatan DKI Jakarta telah mengidentifikasi klaster mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 H yang jatuh pada 13 Mei 2021 lalu.
Hasilnya, terdapat 988 klaster keluarga dengan jumlah positif Covid-19 mencapai 2.008 orang.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia mengatakan, klaster mudik itu terjadi berdasarkan identifikasi petugas dari Jumat (21/5/2021) sampai Kamis (10/6/2021).
Penyebaran Covid-19 semakin masif di Jakarta karena adanya interaksi masyarakat saat libur lebaran beberapa waktu lalu.
Angka itu, kata dia, belum termasuk temuan kasus pada Kamis (10/6/2021) ini mencapai 2.096 orang.
“Kami minta masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, jangan melonggarkan protokol kesehatan karena penularan masih terus terjadi,” kata Dwi berdasarkan keterangan yang diterima pada Kamis (10/6/2021).
Dwi menjelaskan, pada Kamis (10/6/2021) ini pihaknya melakukan pengetesan terhadap 15.775 spesimen.
Dari jumlah itu, sebanyak 12.304 orang dites PCR untuk mendiagnosis kasus baru, dengan hasil 2.096 positif dan 10.208 negatif.
Dia merinci, untuk yang positif sekitar 51 persen atau 1.070 kasus merupakanh hasil tracing Puskesmas yang mayoritas dilakukan di RT PPKM Mikro. Sementara 49 persen atau 1.026 kasus positif ditemukan di fasilitas kesehatan.
“Kami terus memasifkan 3T, tapi kita bisa lihat di sini bahwa kenaikan kasus memang terjadi pascalibur lebaran dan hari ini,” ujarnya.
Berdasarkan data yang dia punya, distribusi 2.096 kasus positif hari ini tersebat di lima kota dan satu kabupaten di Jakarta.
Dengan rincian, Kepulauan Seribu terdapat dua kasus, Jakarta Barat ada 422 kasus, Jakarta Pusat ditemukan 331 kasus, Jakarta Selatan ada 499 kasus, Jakarta Timur terdapat 637 kasus, dan Jakarta Utara ada 205 kasus.
Dwi memaparkan, dari jumlah kasus positif tersebut, sebanyak 760 kasus atau 36 persen adalah orang tanpa gejala.
Sementara 1.336 kasus atau 64 persen memiliki gejala dan 232 orang di antaranya menjalani perawatan di rumah sakit.
“Jika dilihat penambahan kasusnya terjadi di 43 dari 44 Kecamatan di DKI Jakarta. Hanya Kecamatan Kepulauan Seribu Utara yang tidak ada penambahan,” jelasnya.
“Kemudian terdapat lima kecamatan penyumbang kasus terbanyak, yaitu Cengkareng 109 kasus, Cipayung 80 kasus, Jagakarsa 80 kasus, Duren Sawit 71 kasus, dan Kebon Jeruk 68 kasus,” lanjutnya.
Dengan fenomena penyebaran Covid-19, jumlah kasus aktif di Jakarta sampai sekarang mencapai 12.820 kasus.
Sedangkan, jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 440.554 kasus.
Dari jumlah itu, sebanyak 420.211 orang dinyatakan sembuh dengan tingkat kesembuhan 95,4 persen.
Kemudian yang meninggal dunia ada 7.523 orang dengaan tingkat kematian 1,7 persen.
“Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 12,4 persen, sementara persentase kasus positif secara total sebesar 10,8 persen. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari lima persen,” ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ilustrasi-virus-corona-baru-atau-covid-19a.jpg)