Breaking News:

Berita Bekasi

Ciptakan Lingkungan Sehat dan Tertib, Pemkab Bekasi Usulkan Pembentukan Perda Penataan Kawasan Kumuh

Ciptakan Lingkungan Sehat dan Tertib, Pemkab Bekasi Usulkan Pembentukan Peraturan daerah Penataan Kawasan Kumuh. Berikut Selengkapnya

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dwi Rizki
Kompas.com
Ilustrasi Permukiman Kumuh 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Pemerintah Kabupaten Bekasi mengusulkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pencegahan dan Peningkatan Kawasan Permukiman dan Perumahan Kumuh ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi.

Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Bekasi, Nur Chaidir mengatakan usulan rancangan peraturan daerah itu untuk menata kawasan kumuh.

“Kami dari Disperkimtan mengusulkan Raperda tersebut, dalam rangka mewujudkan tata kehidupan yang bersih sehat dan berkah atau disingkat Berseka,” katanya, pada Kamis (10/7/2021).

Dalam perda yang telah dirancang, kata dia, terdapat beberapa kriteria yang menyebutkan wilayah tersebut masuk dalam kategori kumuh, di antaranya dari aspek kebersihan lingkungan, kesehatan, hingga kondisi infrastruktur.

Dia juga akan berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait lainnya agar Perda ini nantinya dapat dijalankan.

Misalnya masalah sampah, dengan Dinas Lingkungan Hidup, aspek kesehatan dengan Dinas Kesehatan dan kegiatan penataan pembangunan dengan Dinas Bina Marga.

Baca juga: Beban Penugasan-Joroknya Tata Kelola Pemerintahan Jokowi Disebut Fadli Zon Pemicu Tersungkurnya BUMN

“Maka itu setidaknya dengan adanya Perda ini, SKPD punya locus pembangunan dengan merujuk pada perda ini. Misal, dinas kesehatan ada program pencegahan stanting, nah nanti lokasi yang masuk dalam kategori kumuh bisa dimasukkan dalam program tersebut, termasuk dengan SKPD lain,” bebernya.

Ia berharap dengan dibentuknya perda tersebut, wilayah kumuh di Kabupaten Bekasi dapat berkurang dan kesejahteraan masyarakatnya dapat meningkat.

"Kan mengarahkan nanti agar kawasan kumuh berkurang dan kesejahteraan masyarakat meningkat. Maka perlu dukungan semua elemen, termasuk masyarakat itu sendiri untuk bisa mengubah pola kebiasaan," tandasnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved