Berita Jakarta
Instruksi Pramono Atasi Banjir Jakarta dan Hadapi Fenomena El Nino
Pemprov DKI Jakarta diminta tingkatkan kesiapsiagaan banjir, termasuk percepat pengerukan sungai dan atasi hambatan sampah.
Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Dwi Rizki
Ringkasan Berita:
- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta jajaran terkait meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir meski BMKG memprediksi El Nino hingga September 2026.
- Ia menekankan percepatan pengerukan sungai serta penanganan sampah yang kerap menghambat aliran air saat hujan deras.
- Pramono menyebut curah hujan tinggi hingga 150 mm per hari telah memicu banjir di sejumlah titik, termasuk Kedaung Kali Angke, Jakarta Barat, yang rutin terdampak genangan dan mengganggu aktivitas warga.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta seluruh jajaran terkait meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir.
Diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Nino berlangsung hingga September 2026.
Salah satu instruksinya adalah mempercepat pengerukan sungai di berbagai wilayah Jakarta.
Menurut Pramono, kondisi cuaca di ibu kota dalam beberapa waktu terakhir masih menunjukkan intensitas hujan yang cukup tinggi.
Bahkan, hujan deras dengan curah hampir mencapai 150 milimeter per hari sempat memicu genangan dan banjir di sejumlah titik.
“Tetapi kenyataannya beberapa kali masih hujan, termasuk yang kemarin dengan curah hujan yang hampir 150 milimeter per hari yang menyebabkan banjir,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat pada Kamis (7/5/2026).
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak boleh lengah menghadapi situasi cuaca yang berubah-ubah. Karena itu, Pramono telah meminta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) bersama Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk melakukan langkah antisipasi sejak dini.
“Maka saya sudah memerintahkan kepada jajaran Bappeda, kemudian juga kepada Sumber Daya Air untuk tetap mengantisipasi dan melakukan pengerukan sungai-sungai yang ada supaya kita tidak seperti kemarin,” ungkap Pramono.
Baca juga: Pemkab Bekasi Usulkan Fly Over dan Underpass di Dua Titik Rawan Kecelakaan Ini
Selain pengerukan sungai, Pramono juga menyoroti persoalan sampah yang masih menjadi penyebab terhambatnya aliran air ketika hujan deras turun.
Ia meminta persoalan tersebut mendapat perhatian serius agar banjir tidak kembali terjadi.
“Kemarin memang informasinya sudah El Nino, sudah kering, tapi ternyata hujan. Dan itu menyebabkan beberapa tempat yang sampah dan sebagainya menghambat, dan itu yang nggak boleh terjadi lagi,” tutur Pramono.
Banjir Tak Kunjung Teratasi
Sebelumnya, banjir melanda wilayah Kedaung Kali Angke, Cengkareng, Jakarta Barat.
Di Jalan Gang H. Musanif RT 01/RW 08 itu ketinggian air pada Selasa siang terpantau mencapai 15 hingga 20 sentimeter, Selasa (5/5/2026).
Kondisi ini mengganggu aktivitas warga.
Sejumlah warga terlihat menggulung celana serta melepas alas kaki saat melintasi genangan.
| Cegah Pohon Tumbang di Tengah Cuaca Ekstrem, Pemkot Jaksel Gelar 'Rabu Menoping' |
|
|---|
| Penataan Jalan HR Rasuna Said Capai 55 Persen, Ditarget Rampung Juni 2026 |
|
|---|
| Sambut Kedatangan Pramono, Kolong Flyover Pasar Rebo Ditata Ulang |
|
|---|
| Lapangan Multifungsi akan Hadir, Harapan Baru Atasi Tawuran di Manggarai Jaksel |
|
|---|
| Penertiban di Instalasi Pengolahan Air Pejompongan, PAM Jaya Amankan Aset dan Layanan Air |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Banjir-Jakarta-gts.jpg)