Breaking News:

Kasus Rizieq Shihab

Dituntut 6 Tahun Penjara, Rizieq Shihab: Terlalu Sadis dan Tidak Bermoral

Dalam pleidoi itu, Rizieq menyebut perkara yang dihadapinya saat ini sangat bernuansa politik dan tidak murni kasus hukum.

Editor: Yaspen Martinus
Tribunnews/Jeprima
Muhammad Rizieq Shihab mengatakan, nuansa politik dalam kasusnya semakin terlihat saat jaksa menuntut dirinya dihukum 6 tahun penjara dalam perkara hasil tes swab ini. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Terdakwa Muhammad Rizieq Shihab menyatakan, tuntutan 6 tahun penjara yang diminta jaksa penuntut umum (JPU) dalam kasus tes swab RS UMMI, terlalu sadis dan tak bermoral.

Hal itu disampaikan Rizieq Shihab saat membacakan pleidoi alias nota pembelaan atas tuntutan tersebut, dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (10/6/2021).

Dalam pleidoi itu, Rizieq menyebut perkara yang dihadapinya saat ini sangat bernuansa politik dan tidak murni kasus hukum.

Baca juga: Tito Karnavian Jelaskan Alasan KPU Usulkan Pemilu 2024 Digelar Bulan Februari, Belum Disepakati

"Saya semakin percaya dan semakin yakin bahwa ini adalah kasus politik yang dibungkus dan dikemas dengan kasus hukum."

"Sehingga hukum hanya menjadi alat legalisasi dan justifikasi untuk memenuhi dendam politik oligarki terhadap saya dan keluarga serta kawan-kawan," ucap Rizieq dalam ruang sidang.

Kata Rizieq, nuansa politik dalam kasusnya, semakin terlihat saat jaksa menuntut dirinya dihukum 6 tahun penjara dalam perkara hasil tes swab ini.

Baca juga: UPDATE Vaksinasi Covid-19 RI 9 Juni 2021: Suntikan Pertama 18.718.769, Dosis Kedua 11.436.259 Orang

"Tuntutan jaksa tersebut tidak masuk di akal dan berada jauh di luar nalar, bahkan terlalu sadis dan tidak bermoral," tegasnya.

Padahal, lanjut Rizieq, kasus tes swab di RS UMMI yang dihadapinya, hanya pelanggaran protokol kesehatan biasa.

Oleh karena itu, Rizieq Shihab menilai dirinya tak layak dituntut hukuman penjara, melainkan hanya sanksi denda administrasi.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Indonesia 9 Juni 2021: 7.725 Pasien Baru, 5.883 Sembuh, 170 Meninggal

"Bahwa kasus pelanggaran protokol kesehatan adalah kasus pelanggaran, bukan
kasus kejahatan."

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved